Hobi

Sepanjang covid-19, mobil Suzuki bikinan Indonesia kalahkan mobil impor

Mobil bikinan Indonesia terbukti mampu membawa berkah dengan angka penjualan yang cukup besar.  Kondisi tersebut dirasakan produsen Suzuki yang mengungkap, penjualan terbesarnya selama pandemi covid-19 disumbangkan oleh mobil bikinan lokal dibanding impor atau mobil completly build up.

Sebanyak 88 persen, penjualan Suzuki sepanjang Januari hingga April berasal dari model kendaraan yang diproduksi di dalam negeri yang tentunya dengan komponen lokal lebih banyak. Sedangkan sisanya yakni 12 persen berasal dari model kendaraan yang diimpor dari beberapa negara.

“Penjualan sepanjang Januari-April didominasi produk Suzuki yang diproduksi secara lokal yakni 88 persen, dan sisanya merupakan produk mobil import,” terang, Harold Donnel, Head of 4W Brand Development and Marketing Research PT SIS saat wawancara virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot).

Suzuki Ertiga 2020. Foto: MobilWow.
Suzuki Ertiga 2020. Foto: MobilWow.

Meski demikian, Suzuki mengaku tetap mengalami penurunan penjualan ritel di masa pandemi saat ini. Tercatat penurunan penjualan periode Januar hingga April penjualannya turun mencapai 29,5 persen. Namun kondisi tersebut tidak terjadi di seluruh model yang dipasarkan Suzuki.

Karenanya Harold mengungkap, Suzuki masih mampu meraih angka kenaikan penjualan di model lain yang dipasarkannya saat ini. “Penurunan memang terjadi, tapi tidak di semua model yang ada,” katanya.

Terjaganya pasar di beberapa model yang dimiliki Suzuki, mampu mendongkrak market share Suzuki yang naik sebesar 11,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yakni sebesar 9,3 persen. Pencapaian tersebut, diakui masih disumbangkan oleh penjualan andalan Suzuki yakni Carry pikap.

Suzuki New Carry Luxury. Foto: Hops/MD
Suzuki New Carry Luxury. Foto: Hops/MD

“Dari model lokal yang mencapai 88 persen, kontribusi pikap atau yang menunjang ekonomi masih cukup besar, sekitar 50 persen, bonnet low seperti Ertiga 20 persen, SUV seperti XL7 dan S-Cross 15 sampai 20 persen, dan sisanya dinikmati citycar dan hatchback,” jelasnya.

Khusus untuk kendaraan pikap law atau model Carry, diatas kertas memang terjadi penurunan kontribusi secara nasional dari 18 persen menjadi hanya 10 perssen sepanjang Januari hingga April 2020. Namun market shar pada model ini justru mengalami kenaikan dari 53 persen menjadi 59 persen.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 usai, Suzuki janji luncurkan mobil murah

Strategi pemasaran yang jitu dan diperhitungkan matang Suzuki selama pandemi dinilai berhasil, dimana market share mampu tumbuh meski di tengah pandemi yang terjadi saat ini. Beberapa program seperti pembelian mobil berhadian motor dan perangkat gadget dan elektronik dinilai mampu membuat stimulus bagi pasar khususnya konsumen pikap low.

Suzuki juga memberikan jaminan terhadap suku cadang dan jasa perawatan hingga 50 ribu kilometer. Strategi tersebut menjadi keuntungan yang bisa didapatkan konsumen yang membeli mobil Suzuki saat ini.

Suzuki berikan bantuan ambulan Carry dan mobil bak
Suzuki berikan bantuan ambulan dan APD ke rumah sakit Foto:SIS

Prediksi Suzuki terhadap target Gaikindo

Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang merevisi target penjualannya tahun ini sebanyak 1,1 juta unit, direvisi menjadi hanya 600 ribu unit hingga akhir 2020. Kondisi tersebut dinilai Suzuki sebagai hal yang wajar ditengah kondisi perpolitikan yang tidak stabil, bencana alam khususnya banjir yang melanda di awal tahun serta pandemi covid-19.

“Kita memang memulai awal 2020, dengan berbagai kondisi yang kurang baik, seperti terjadinya banjir di awal tahun, tentu mengganggu target dan penjualan yang telah direncanakan. Terlebih saat ini terjadi pandemi,” kata Harold

Sehingga jika bicara target Suzuki, tentunya akan tetap mengikuti apa yang telah menjadi target Gaikindo yakni sebesar 600 ribu unit. Suzuki tentunya telah memperhitungkan sesuai dengan penurunan target yang telah dihitung oleh Gaikindo.

“Dari Suzuki sendiri memang tidak akan keluar dari pakem yang sudah diberikan Gaikindo (revisi target), kita lihat bakal ada degradasi penjualan antara 40 sampai 50 persen akibat pandemi Corona yang kita alami ini,” pungkas Harold.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close