Trending

Moeldoko protes ditekan, Andi Arief galak persekongkolan masih jalan

Kisruh kudeta Partai Demokrat yang sebelumnya diduga dilakukan lingkaran istana belum usai, babak baru Susilo Bambang Yudhoyono turun langsung. Kondisi ini membuat Moeldoko merasa ditekan dengan adanya pernyataan yang muncul dari SBY beberapa hari lalu terkait kudeta PD.

Akibat pernyataan tersebut, Moeldoko protes dan merasa ditekan atas pernyataan yang dilontarkan beberapa petinggi Partai Demokrat. Bahkan SBY menyebut jika Moeldoko memiliki peran atas rencana kudeta yang ditujukan ke Partai Demokrat.

Menanggapi hal tersebut, Andi Arief justru menilai jika Moeldoko saat ini masih bergerak ingin melakukan kudeta bersama sejumlah kader. Jawaban tersebut diungkap Andi melalui cuitan twitter pribadinya @andiarief_.

Politisi Demokrat Andi Arief. Foto: Ist.
Politisi Demokrat Andi Arief. Foto: Ist.

Andi Arief menjelaskan jika dirinya dan PD baru mengetahui saat Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengirimkan surat ke Presiden Jokowi, masih ada gerakan untuk menjalankan kudeta yang dilakukannya.

“Kita tahu bahkan setelah gerakan kudeta ini terungkap dan Ketum PD mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dan mengeluarkan statement, anda masih terus bergerak bersama segelintir kader yang bersekongkol dengan anda,” jelasnya.

“Pak Moeldoko, Anda merasa ditekan?” cuit Andi.

“Kok kenapa merasa ditekan,” tutup Andi dalam cuitannya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Antaranews
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Antaranews

Moeldoko ditekan

Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut jika isu kudeta yang menyeruak beberapa waktu lalu Moeldoko ikut terlibat dalam upaya penggulingan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

Moeldoko sendiri mengatakan, jika atas hal tersebut membuat dirinya merasa ditekan, dan meminta agar semua pihak tidak menekan dirinya perihal permasalahan Partai Demokrat.

“Jadi janganlah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan dan saya ingin mengingatkan semuanya ya,” katanya.

Moeldoko menyampaikan hal itu karena heran namanya kembali disebut pada isu kudeta Partai Demokrat.

“Memang belum selesai di Demokrat? saya pikir sudah selesai. Kan saya enggak ngikutin ya,” katanya.

Kepala KSP, Moeldoko
Kepala KSP, Moeldoko. Foto Antara/HO-KSP

Moeldoko memaparkan, bahwa selama ini dirinya fokus bekerja. Selain itu, tiga pekan terakhir dirinya fokus pada acara pernikahan putri bungsunya.

“Saya selama ini kan bekerja berikutnya juga kebetulan saya punya acara untuk pernikahan putri saya terakhir, sehingga dalam tiga minggu terakhir ini saya sibuk mengurusi itu (pernikahan anak) ya. Tiga sampai empat minggu terakhir ini. Sehingga saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai,” paparnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close