Otomotif

Muncul motor listrik dengan tanda tangan, pemilik: jual bayar THR

Motor listrik Gesits yang dilelang dengan harga mencapai Rp2.5 miliar, tak hanya menimbulkan polemik terhadap pemenang lelang yang diketahui merupakan buruh harian. Namun kini muncul motor listrik yang memiliki tanda tangan Ketua Umum Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule.

Motor listrik dengan merek Selis tersebut akan dijual pemiliknya dengan harga yang tidak dicantumkan. Pemilik berencana menjual motor listrik yang sudah ditandatanganinya tersebut, dan hasil penjualan akan digunakan untuk membayar THR.

Penjualan motor listrik dengan tanda tangan Ketum Prodem, diungkap Iwan melalui akun instagram pribadinya. “Sudah ditandatangani Ketua ProDEM Iwan Sumule. Motor ini siap dilelang,” tulisnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat 22 Mei 2020.

Presiden Jokowidodo menjajal motor listrik Gesits
Presiden Jokowi jajal motor listrik Gesits Foto: Antara

Diungkapnya pula, jika motor tersebut laku terjual maka seluruh dananya akan digunakan untuk membayar THR seluruh anggota Prodem yang akan lebaran. Dalam postingan tersebut, Iwan juga menanyakan kepada para netizen, harga pantas motor tersebut jika dilelang laku dengan harga berapa?

Tidak diketahui pasti apakah postingan Iwan tersebut, merupakan candaan terhadap viralnya lelang virtual akibat terjadinya kesalahan penyelenggara, dimana peserta yang memenangkan lelang tersebut, merupakan M Nuh yang disebut Ketua MPR RI sebagai pengusaha asal Jambi.

Baca juga: Buruh beli motor Rp2,5 miliar, pakar telematika: lelang virtual bobol

Dalam lelang tersebut, M Nuh masuk sebagai peserta lelang dan berani memberi motor listrik Gesits yang diketahui harga normalnya hanya sekira Rp24 juta. Pada lelang tersebut M Nuh menaawar hingga Rp2.55 miliar.

Ketua Umum Prodem tanda tangani motor listrik Foto: Twitter

Namun belakangan diketahui M Nuh dijemput pihak kepolisian karena melakukan penipuan akibat tidak melakukan pembayaran motor listrik yang ditawarnya. Diketahui M Nuh, merupakan buruh harian di Jambi.

Masuknya M Nuh sebagai salah satu peserta lelang belakangan dipertanyakan terkait penyelenggara yang kebobolan, mengingat setiap peserta lelang tentunya harus melakukan jaminan yang telah ditentukan sebelum mengikuti lelang.

Saat diinterogasi, M Nuh sendiri mengaku, jika lelang tersebut awalnya sebagai program undian dan dirinya akan menerima hadiah sebesar Rp2.55 miliar dari acara yang ternyata lelang virtual yang dihadiri oleh banyak pejabat tinggi negara termasuk Presiden Jokowi yang memberikan sambutan dalam lelang amal tersebut.

Akibat masalah ini, M Nuh awalnya berurusan dengan hukum, namun Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta kepolisian melepas M Nuh karena bukan sebagai pelaku penipu, dan dalam kasus ini juga tidak ada yang dirugikan.

Kasus viralnya lelang virtual, akhirnya menemukan titik temu, Sepeda motor yang awalnya dimenangkan oleh M Nuh, akhirnya diberikan kepada peserta lelang kedua yang kalah menawar motor listrik dengan keistimewaan tanda tangan Presiden Jokowi.

Panitia lelang virtual akhirnya memberikan motor tersebut kepada peserta kedua yang dinilai sah dan mampu membeli motor dengan harga sekira Rp2.55 miliar. Anak muda tersebut merupakan salah satu sultan dari MNC Group yang tak lain sebagai anak kandung Hary Tanoesodibjo.

Warren Tanoesodibjo merupakan peserta yang kalah dari M Nuh, sebelumnya Warren hanya menawar motor sekira Rp2.5 miliar, selisih Rp50 juta dari tawaran M Nuh yang cukup tinggi.  

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close