Hobi

Mengenal rem blong, sumber petaka truk ODOL penyebab kecelakaan

Kecelakaan truk di jalur puncak yang menewaskan lima nyawa pengguna jalan disebabkan oleh truk yang mengalami gagal sistem pengereman akibat kelebihan beban.

Dalam peristiwa tersebut kecelakaan truk yang tak bisa melakukan pengereman diketahui tak dapat dikendalikan dan langsung masuk ke jalur kanan dan menabrak satu unit mobil dan tiga sepeda motor. Truk tersebut dengan cepat menabrak semua kendaraan dan penumpangnya hingga lima orang tewas di tempat.

Baca juga: Belajar kecelakaan Cikampek, menghitung jarak aman kendaraan 3 detik

Kecelakaan truk dengan muatan beban berat tersebut menambah rentetan risiko kecelakan akibat ulah pengemudi dan pengusaha yang selalu memaksakan beban truk berlebih tanpa mengindahkan risiko hilangnya nyawa pengguna jalan lain.

Kecelakaan puncak akibat truk muatan berlebih
Kecelakaan puncak akibat truk muatan berlebih Foto: Suara

Truk dengan muatan berlebih atau over dimension over load sudah sering menjadi pelanggaran dan bukti terjadinya peristiwa kecelakaan di jalan raya. Secara teknis muatan melebihi kapasitas dapat berpengaruh pada kinerja kendaraan.

Gangguan akibat adanya muatan berlebih pada truk bisa berujung pada kecelakaan. Terjadinya rem blong maupun sisa gaya dorong dari mobil bertonase lebih meski system rem berfungsi. Kondisi inilah yang sering diabaikan bahkan banyak pengemudi truk tidak mengetahui risiko membawa muatan melebihi batas yang burujung kemampuan beberapa perangkat mobil bekerja lebih keras yang akhirnya gagal berfungsi.

Sumber kecelakaan truk sendiri tak melulu terkait bobot yang melebihi batas. Pasalnya dimensi truk berlebih seperti penggunaan bak yang dimodifikasi lebih besar dari standarnya menjadi sumber terjadinya kecelakan. Truk dengan muatan melebihi ketinggian yang ditentukan sering menjadi penyebab kecelakaan.

Kecelakaan di jalur Pasuruan
Dua sepeda motor terlibat kecelakaan di jalan raya Foto: Instagram @agoez

Beberapa kejadian truk dengan muatan lebih tinggi menjadi penyebab kecelakaan karena sopir sering kehilangan kendali. Akibat gaya grafitasi yang tidak seimbang membuat truk terguling dan terjadi kecelakaan.

Meningkatnya tinggi barang yang diletakkan pada truk tersebut. Pergeseran tersebut dapat menghilangkan fitur penjaga keseimbangan truk dan meningkatkan risiko kendaraan terguling.

Beban angkut yang berlebih turut berakibat dengan menurunnya tenaga penggerak pada truk yang bersangkutan. Hal ini juga menghalangi kendaraan untuk dapat menyalip, serta kesulitan untuk dapat melewati tanjakan. Pengemudi bisa kehilangan kendali saat menanjak dan mengakibatkan kecelakaan fatal.

Pemaksaan muatan secara berlebih juga memberi beban kerja lebih besar pada ban. Risiko pecah ban semakin besar seiring peningkatan suhu pada ban. Sehingga dapat mengakibatkan truk tersebut terguling hingga membahayakan kendaraan lain di jalan.

Ilustrasi lalu lintas di jalan raya Foto: antara
Ilustrasi lalu lintas di jalan raya Foto: antara

Kecelakaan puncak akibat truk

Sebelumnya sebuah truk dengan muatan lebih merenggut 5 nyawa tewas di tempat, saat berada di sekitaran jalan Raya Puncak dekat Polo-Polo, diduga truk tidak kuat menahan beban dan mengakibatkan rem tidak berfungsi sehingga tidak terkendali dan menabrak serta menyeret motor nomor polisi A-3220-ZV hingga ringsek.

“Sehingga truk bergerak ke lajur kanan dan menabrak tiga kendaraan sepeda motor dan satu mobil, merk Honda Vario nomor polisi A-3220-ZV yang dikendarai oleh SA (19) merupakan mahasiswa, dengan Penumpang NSA (19) yang juga mahasiswa asal Tangerang,” kata Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fitra Zuanda dikutip Hops.id dari Suara Minggu 18 Oktober 2020.

Sementara sepeda motor merk Yamaha N-max nomor polisi A 2425 VD yang dikendarai oleh C (18) merupakan pelajar dengan penumpang DSY (21) yang merupakan mahasiswa asal Tangerang.

Dari hasil pemeriksaan, di TKP kendaraan Truk Isuzu yang menabrak tersebut mengalami rem blong.

Namun pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan sampai saat ini,” tukasnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close