News

Mudik bobol, Fadli Zon: Salah pemimpin yang plonga-plongo

Pemerintah secara resmi melarang mudik lebaran di tengah pandemi corona. Tujuannya supaya tidak terjadi penularan COVID-19 dari zona merah ke daerah lain di Indonesia. Tapi larangan tersebut tidak seluruhnya diindahkan warga, mudik bobol.

Ribuan pemudik colong start pulang ke kampung halaman. Imbasnya, angka kasus corona di daerah semakin bertambah. Jumlah penambahan kasus positif tertinggi kini terjadi di Jawa Timur, dengan 30 persennya di antaranya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pemudik nekat masuk ke dalam tangki truk molen
Pemudik nekat lakukan perjalanan dengan truk molen Foto: @ANI

Komentar Fadli Zon

Meski ada larangan mudik, tetap saja mudik bobol. Selain melarang mudik, pemerintah juga melarang beribadah di tempat ibadah guna memutus mata rantai penyebaran virus.

Tapi di tengah larangan itu, pemerintah justru memperbolehkan sejumlah pusat perbelanjaan dibuka jelang Idul Fitri. Sebelumnya, moda transportasi umum juga diperbolehkan beroperasi meski dengan sederet syarat.

Fadli Zon mantan wakil Ketua DPR RI
Fadli Zon kritisi isi Perppu No.1 tahun 2020 Foto: Antara

Alhasil, di tengah pandemi, rakyat memadati berbagai pasar dan mal di berbagai daerah. Warga tumpah ruah berburu keperluan lebaran tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Kalau sudah begitu, tentu saja risiko penularan COVID-19 semakin tinggi.

Kebijakan pemerintah membuka pusat perbelanjaan memicu kontroversi dari banyak pihak. Salah satu yang berkomentar adalah aktris sekaligus politisi Rachel Maryam. “Kok Jadi nyalahin masyarakat nggak taat aturan sih? Wong aturannya saja berubah-ubah kok. ‘Nggak perlu belanja lebaran’ tapi mal sudah boleh buka. ‘Jangan mudik’ tapi pesawat boleh terbang. Kan nggak jelas!” cuitRachel pada Jumat, 22 Mei 2020.

Cuitan Fadli Zon soal mudik. Foto: twitter

Menanggapi cuitan rekannya, anggota DPR RI Fadli Zon turut berkomentar. Dia juga meminta pemerintah tidak menyalahkan rakyat yang mudik sehingga kasus corona melonjak. Dia menyindir kalau pemerintah tidak tegas.

Baca juga: Pakai sarung tangan saat belanja gak bisa cegah penularan corona

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut kesalahan ada pada pemimpin yang tidak konsisten dalam mengambil kebijakan.

Jangan salahkan rakyat. Yang salah memang pemimpinnya, plin plan, mencla mencle, plonga plongo, inkonsistensi, bingung, apalagi ya sinonimnya,” cuit Fadli Zon.

Permintaan maaf Ma’ruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin. Foto: Suara.
Wakil Presiden Maruf Amin. Foto: Suara.

Pemerintah menyesalkan kasus COVID-19 yang belum bisa dihilangkan dari Tanah Air. Untuk itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan permintaan maaf melalui video yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Jumat 22 Mei 2020. “Kami pemerintah mohon maaf karena memang bahaya belum hilang, bahaya corona ini belum hilang,” kata Wapres.

Menurutnya bukan hal mudah untuk menghilangkan virus corona dari Indonesia. Alasan Mar’ruf, karena jumlah penduduk RI lebih besar dibanding negara ASEAN lainnya.

Selain itu, sulitnya mengenyahkan virus corona karena masyarakat yang masih belum bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Di samping itu masyarakat juga ada yang kurang disiplin, kurang mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker, tidak ada keramaian-keramaian yang banyak orang,” kata Wapres.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close