Trending

Mufti Mesir: Ada pendakwah modal cuap-cuap tapi pengikutnya banyak

Mufti Agung Mesir, Syekh Ali Jum’ah baru-baru ini bicara mengenai fenomona keagamaan yang terjadi di era modern. Syekh Ali mengatakan, berbeda dengan zaman dahulu—di mana pendakwah benar-benar mendalami  ilmunya, saat ini mereka justru tak punya bekal apa-apa, alias hanya modal cuap-cuap saja.

Kenyataan itu, kata sang Mufti Mesir, sebenarnya sempat disampaikan para ulama terdahulu. Misalnya Ibnu Masud yang mengatakan, suatu hari nanti bakal ada masa di mana populasi orang alim semakin sedikit, namun penceramah atau orang yang gemar bercakap-cakap justru semakin bertambah.

“Orang-orang mengira, kemampuan itu merupakan bukti keilmuan tokoh (pendakwah) tersebut,” ujar Mufti Mesir, Syekh Ali Jum’ah, dinukil dari Republika, Sabtu 21 November 2020.

Baca juga: Bersorban tapi hobi usik pemerintah, Habib Ali: Itu kriminal dan penipu

Syekh Ali Jum’ah. Foto: Youtube: PPMI Mesir

Syekh Ali kemudian mengutip perkataan Ibnu al-Jauziyah yang mengatakan, bahwa pendakwah dengan keilmuan yang minim bakal berpengaruh pada konten atau isi dakwahnya. Alih-alih mengajarkan ilmu agama, mereka justru lebih senang membacakan kisah-kisah, dan menghibur para jemaah yang tak paham apa-apa.

Namun anehnya, pendakwah yang seperti itu justru disenangi dan memiliki banyak pengikut. Bahkan, dengan modal itu, mereka merasa paling mulia dan lebih berilmu dibanding orang atau kelompok lainnya.

“Ada suatu kaum yang kelihatannya secara lahir cenderung ke ilmu, namun kenyataan mereka tidak mampu mematangkan ilmu itu kecuali sedikit sekali. Mereka mengira diri mereka adalah orang-orang berilmu dan mulia,” terangnya.

Mufti Agung Mesir, Syekh Ali Jum’ah. Foto: KMA Mesir

Lebih jauh, ia beranggapan, saat ini banyak pendakwah yang pintar menurut versinya sendiri, bukan menurut pengakuan orang lain ataupun jemaahnya. Bahkan, dengan kemampuan mereka yang ‘seadanya’, mereka telah bersikap sombong dan merasa paling ujub.

Buruknya lagi, pendakwah dengan kadar keilmuan minim tersebut sudah berani mengeluarkan fatwa dan mengajarkan ilmu tersebut kepada banyak orang.

“Mereka berani berdusta mengenai rawi-rawi hadits dan bertindak keras kepada murid-murid mereka. Akibatnya mereka bertentangan dengan ajaran ilmu yang mereka dengarkan, dan berlawanan dengan kewajiban yang seharusnya mereka lakukan,” imbuhnya.

Mufti Mesir akui susah bedakan pendakwah berilmu dan tidak

Seperti yang telah disinggung di awal, Syekh Ali secara tak langsung mengatakan, ada banyak pendakwah yang ilmunya minim, namun pengikutnya banyak. Hal itu terjadi, kata dia, lantaran sulit sekali membedakan sosok yang benar-benar berilmu dan sebaliknya. Maka tak heran seandainya banyak pihak kemudian terkecoh.

Lebih gawat lagi, tak sedikit pendakwah ‘jadi-jadian’ yang mulai berani masuk ke ranah fatwa, dan berusaha memberikan pendapat mereka mengenai permasalahan yang berkaitan dengan fiqih. Itulah mengapa, dia mengingatkan jemaah untuk selalu tetap waspada.

“Akibatnya terjadilah praktek mendahulukan usaha sebelum sadar, mendahulukan pekerjaan sebelum pengetahuan. Dan memindahkan (menyampaikan) ilmu agama tidak melalui jalur yang benar,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close