News

Tuding Muhammadiyah pemakzulan, Ade Armando kena serangan balik

Ramainya akun media sosial pribadi Ade Armand yang mengungkap Muhammadiyah melakukan pemakzulan presiden terkait adanya Webinar yang menghadirkan pembicara Din Samsudin. Membuat Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng) melakukan serangan balik ke Ade Armando.

Tak tanggung-tanggung, bukan perang balas opini di media sosial, Pemuda Muhammadiyah langsung melayangkan surat somasi kepada Ade Armando terkait pernyataannya yang menilai Muhammadiyah mengguliarkan isu pemakzulan Presiden.

Dalam surat somasi tersebut, meminta agar Ade Armando mencabut pernyatannya dan meminta maaf secara terbuka atas statemen yang telah diposting melalui akun facebook pribadinya. Pemuda Muhammadiyah memberikan tenggat waktu hingga 7 hari ke depan.

Pamflet wabinar Foto: Ist

“Postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah,” tulis isi somasi Pemuda Muhammadiyah Jateng.

Buntut dari somasi tersebut, berdasarkan postingan Ade Armando yang berisi “Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speaker-nya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat” demikian tulis Ade.

Baca juga: Menyesal viral, pria bertato peta Indonesia ucapkan kata ini

Pernyataan tersebut, dinilai Pemuda Muhammadiyah Jateng sebagai fitnah yang ditujukan kepada Muhammadiyah, karena dalam statemen tersebut, Ade Armando mengarahkan opininya hanya kepada Muhammadiyah yang akan melakukan pemakzulan Presiden.  

Surat somasi Pemuda Muhammadiyah Jateng kepada Ade Armando Foto: ist

Dalam surat somasinya, Pemuda Muhammadiyah Jateng menyebut Ade Armando telah memfitnah Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan Presiden. “Konteks bahasa pemakzulan yang dipelintir hanya diarahkan kepada Muhammadiyah. Padahal bahasa pemakzulan ada pada konstitusi kita,” kata Andika seperti dikutip Republika.co.id, Senin 1 Juni 2020.

Dengan digulirkannya statemen tersebut, dan dinilai sebagai penghinaan serta tuduhan tak mendasar, Ade Armando dinilai melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Pemuda Muhammadiyah juga menilai postingan tersebut dengan sengaja menyerang Muhammadiyah dan Prof Din Syamsudin secara pribadi.

“(Unggahan itu) dirangkai dengan bahasa yang tidak beradab dengan menyebut dungu kepada Prof. Din Syamsudin,” ujar Andika.

Pada poin ketiga surat somasi juga disebutkan bahwa postingan tersebut dilakukan dengan sengaja untuk menyerang kehormatan Persyarikatan Muhammadiyah serta pribadi Din Syamsudin. Oleh karena itu, hal itu memenuhi unsur pidana dengan melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang ITE ancaman hukuman paling lama 4 (empat) tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Ade Armando
ilustrasi Ade Armando kena somasi Pemuda Muhammadiyah Jateng Foto: Antara

Dalam surat somasi juga tertulis, permintaan maaf yang harus dilakukan melalui halaman media sosial milik Ade Armando. Tak haya itu, pernyataan maaf juga mencakup tayangan di 5 media televisi nasional, 5 media cetak nasional, dan 5 media daring nasional.

Jika tuntutan tersebut tak dipenuhi Ade Armando, Pemuda Muhammdiyah akan melakukan langkah jalur hukum, dengan melaporkannya secara pidana. “Tidak boleh ada warga negara yang terkesan kebal hukum. Indonesia negara hukum,” kata Andika menegaskan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close