Trending

MUI kritik keras Menag: Dia bisanya mojokin Islam terus

Perkataan Menag Fachrul Razi mengenai Islam radikal agaknya berujung panjang. Bahkan, menurut MUI, apa yang dia sampaikan telah melukai hati umat Islam di Indonesia. Itulah sebabnya, bakal lebih elok jika dia menarik perkataannya.

Wakil Ketua MUI, Muhyiddin Junaidi mengatakan, Menag Fachrul tidak begitu paham dengan isu-isu radikal. Selain itu, kata Muhyiddin, pejabat publik itu juga tidak mempunyai data yang akurat mengenai radikalisme di Indonesia.

Baca juga: Singgung Menag, PA 212: Jangan banyak omong kalau ilmu agama minim

“MUI minta agar Menag menarik semua tuduhannya yang tak mendasar. Sebab itu sangat menyakitkan dan mencederai perasaan umat Islam yang sudah punya andil besar dalam memerdekakan negara ini dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” ujarnya dikutip dari Radartegal, Sabtu 5 September 2020.

“Pernyataan tersebut justru menunjukkan ketidakpahaman Menag dan data yang tak akurat diterimanya. Seakan yang radikal itu hanya umat Islam dan para huffaz Alquran,” sambungnya.

Menteri Agama Fahrul Razi. Foto: Suara.
Menteri Agama Fahrul Razi. Foto: Suara.

Muhyiddin juga menyarankan Fachrul membaca lebih banyak literatur keislaman. Sebab jika tidak, tentu sangat berbahaya bagi seorang Menag. Selain itu, ia juga meminta Fachrul mendukung pihak-pihak yang ingin memajukan Islam di Indonesia.

“Menag harus banyak baca literatur yang benar. Bukan hanya membaca ceramah yang disiapkan pihak yang sengaja punya hidden agenda di negeri ini. Seharusnya ia berterima kasih dan membantu semua pihak yang mendorong proses islamisasi di kalangan generasi muda dan ghirah umat Islam yang ingin menghafal Alquran,” terangnya.

Muhyiddin menilai, Fachrul kerap menyudutkan umat Islam sejak menjabat sebagai Menag. Padahal, ada pengikut agama lain yang melakukan gerakan radikal. Bahkan, kata dia, mereka justru lebih berbahaya.

“Menag tak boleh mengeneralisir satu kasus yang ditemukan dalam masyarakat sebagai perilaku mayoritas umat Islam. Sejak jadi Menag, yang dijadikan kambing hitam adalah umat Islam. Dia sama sekali tak pernah menyinggung pengikut agama lain yang melakukan kerusakan.”

“Bahkan menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk mengkader para generasi anti-NKRI dan separatis radikalis yang jelas-jelas musuh bersama,” tegasnya.

Menag Fachrul Razi. Foto: Youtube Kemenpan RB.

Awal mula polemik terjadi

Diketahui, sebelumnya—dalam program bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara’ di saluran Youtube Kemenpan RB, Menag Fachrul mengatakan, paham radikal bisa disebar dengan mudah melalui hafiz atau penghapal Alquran yang kemampuan bahasa Arab-nya mumpuni.

 “Kalau saya lihat polanya, cara masuk mereka (paham radikal) gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking (rupawan), penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk, ikut menjadi imam, lama-lama orang di sekitar situ menjadi simpati dan diangkat jadi pengurus masjid,” kata Fachrul yang kemudian memicu polemik.

Ia juga mengaku, masjid yang berada di lingkungan pemerintah merupakan salah satu lokasi yang paling mudah disusupi paham radikal. Hal itu bukan sekadar dugaan atau tuduhan semata. Sebab, Menag Fachrul mengaku pernah salat Jumat di salah satu masjid milik pemerintah yang isi ceramahnya berisikan muatan tersebut.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close