Trending

Mulai dicurigai, pengacara: Yoris tahu siapa sebenarnya Danu

Kuasa Hukum Muhammad Ramdhanu (Danu) dan Yoris Raja Amanullah, Achmad Taufan Soedirjo menyanggah tudingan publik yang menyebut dua kliennya terlibat kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat.

Sebab, menurutnya, Danu dan Yoris tak mendapat keuntungan apapun dari kematian korban. Sehingga, keduanya mustahil terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Apa sih kepentingan Danu kalau Danu sebagai pelaku? Kepentingan ekonomi? Apakah Danu mau merebut yayasan? Kan enggak,” ujar Achmad Taufan, dikutip Hops, Selasa 26 Oktober 2021.

Pengacara Yoris dan Danu, Achmad Taufan Soedirdjo (kiri)
Pengacara Yoris dan Danu, Achmad Taufan Soedirdjo (kiri). Foto Facebook Achmad Taufan Soedirdjo

Bukan hanya itu, ada sebagian yang menuding, Danu terlibat cinta dengan Amalia yang sepupunya sendiri. Padahal, kata Taufan, anggapan tersebut sangat keliru dan jauh dari kebenaran.

“Apa Danu ada hati sama almarhumah Amalia, kan enggak. Saudara juga kan. Aspek sosial? Kan enggak juga,” terangnya.

Bukan hanya Danu, Yoris juga tak mendapat keuntungan apapun dari kematian orang tua dan adiknya sendiri. Lagipula, jika dipikir menggunakan nalar sehat, dia merupakan sosok yang paling mustahil terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Lalu Yoris, apakah Yoris dengan membunuh ibunya sendiri untuk menguasai yayasan? Apa iya sampai segitu, kan kita pakai nalar,” tegasnya.

Yoris Raja Amanullah siap pakai pengacara. Foto: Youtube Heri.
Yoris Raja Amanullah siap pakai pengacara. Foto: Youtube Heri.

Lebih jauh, menurutnya, Yoris tahu betul siapa sebenarnya Danu, begitupun sebaliknya. Keduanya juga memiliki hubungan dekat dan akrab dengan kedua korban.

“Kang Yoris itu tahu siapa Danu, begitu juga Danu tahu sekali siapa almarhum dan almarhumah. Danu memang akrab sama almarhumah, sama keluarga juga akrab,” tuturnya.

Kesaksian Danu soal pembunuhan Subang disorot

Sebelumnya, Danu menyampaikan kesaksian, bahwa sesaat setelah pembunuhan, ada polisi yang menyuruhnya masuk ke TKP dan memeriksan kendaraan yang terparkir di halaman. Namun, tak lama setelahnya, polisi buka suara dan menentang pernyataan tersebut.

Achmad Taufan beralasan, Danu merupakan sosok muda dengan pendidikan kurang tinggi. Sehingga, kemampuan berpikirnya tak sama dengan orang-orang berpendidikan. Itulah mengapa, dia mengira orang lain polisi, padahal sebenarnya bukan.

“Danu melihat dan meyakini itu polisi. Orang itu kan kemampuan berpikirnya beda-beda,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya hendak meluruskan, bahwa Danu bukannya memberikan kesaksian palsu, melainkan memang salah pengertian saja.

“Kalau saya sekolah sampai S2, saya tahu mana polisi dan mana tidak. Kalau ini, lihat celana bentuk polisi, peralatan polisi, model kayak polisi, sering nongkrong ke kantor polisi, wajar dia sebut itu polisi. Ini yang akan kita luruskan,” kata Achmad Taufan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close