Trending

Mulai tercium janggal kasus penembakan di Cengkareng, terdengar 1 tembakan dan…

Publik digegerkan dengan aksi penembakan di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam aksi penembakan itu, tiga orang dinyatakan tewas, termasuk salah satunya seorang anggota TNI AD, yakni Pratu RS.

Pratu RS sendiri merupakan anggota TNI yang disebut-sebut merangkap menjaga keamanan di cafe tersebut. Sementara dua korban tewas lain, yakni pegawai kafe tersebut.

Sejumlah kejanggalan kemudian dipertanyakan publik, yakni soal operasional kafe. Seperti diketahui, peristiwa penembakan Cengkareng terjadi sekira pukul 04.00 dini hari. Indonesia Police Watch (IPW) kemudian mempertanyakan, mengapa kafe itu bisa buka, di tengah ketat aturan pandemi seperti sekarang ini.

Padahal, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, kafe di DKI hanya boleh buka sampai pukul 21.00 WIB. Aturan tersebut tertuang Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM mikro.

Atas hal itu pula, Ketua Presidium IPW Neta S Pane, dalam keterangan resminya, meminta agar Polri mencopot Kapolres Jakarta Barat.

“Ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggung jawab keamanan wilayah, dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00 WIB, padahal saat ini tengah pandemi COVID-19. Kedua, Kapolres kurang memperhatikan perilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya,” kata Neta, dikutip Kamis 25 Februari 2021.

Pratu Martinus Sinurat, anggota TNI AD yang tewas ditembak polisi Bripka CS. Foto: Indozone
Pratu Martinus Sinurat, anggota TNI AD yang tewas ditembak polisi Bripka CS. Foto: Ist.

Kejanggalan kedua diungkap salah seorang warga, bernama Mirza. Menurut dia, dirinya cuma mendengar satu kali letusan senjata di penembakan Cengkareng.

Dia sendiri mengkonfirmasi adanya pembunuhan usai ikut mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Terus ada tembakan satu (kali). Enggak banyak tembakannya, enggak dengernya cuma satu saja, tus (bunyi), begitu,” kata dia dikutip Kompas TV.

Kendati begitu, bisa saja dirinya salah, karena cuma sekali mendengatr suara letusan senjata.

Selama ini, Mirza memberi kesaksian kalau lokasi kasus penembakan memang kerap ramai dikunjungi orang. Oleh warga, kafe itu disebut menawarkan tempat hiburan malam.

“Kafe di dalamnya kayak dangdutan, selama ini sering ramai, tempat hiburan. (Selama ini) Enggak tutup, bukanya jam 12.00 malam. Sering ramai tiap malam. Tapi baru sekarang ada kejadian keributan,” katanya lagi.

Kronologi peristiwa penembakan di Cengkareng

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan Bripka CS tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 01.30 WIB. Dalam kafe tersebut juga disebutkan ada kegiatan minum-minum.

Ilustrasi senjata api. Foto: Pexels
Ilustrasi senjata api. Foto: Pexels

“Pukul 04.00 WIB, karena kafe akan tutup, pada saat akan pembayaran, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai kafe tersebut,” kata Yusri, dalam jumpa pers, Kamis 25 Februari 2021.

Ketika itu Bripka CS dalam kondisi mabuk. Dia kemudian mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang. Akibatnya, tiga orang tewas, salah satunya merupakan anggota TNI AD, dan satu orang harus mendapatkan perawatan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close