Trending

Multiras India-Jamaika, agama Kamala Harris dipertanyakan

Nama calon wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris belakangan ramai dibicarakan. Tak cuma latar belakang namun agama Kamala Harris juga dipertanyakan.

Nama Kamala memuncak ketika dirinya terpilih sebagai cawapres mendampingi capres Joe Biden dari Partai Demokrat. Tak lama setelah dirinya resmi maju sebagai cawapres, Kamala sempat menyindir Trump sebagai presiden yang arogan, lewat media sosialnya.

Rupanya nama Kamala makin bikin penasaran terutama bagi warga Asia yang berharap ada nama baru yang bisa mengobati kekecewaan terhadap Trump. Tak cuma latar belakang, ternyata agama Kamala Harris juga menjadi pertanyaan besar. Apakah ia Hindu, Yahudi, atau Muslim?

Baca juga: Kamala Harris jadi cawapres AS, saingan mantan Anak Jakarta

Pertanyaan ini banyak muncul dalam pencarian Google di wilayah Asia, Rabu 12 Agustus 2020. Warganet ramai di sejumlah platform online, mencari tahu latar belakang termasuk agamanya, beberapa jam setelah Joe Biden mengumumkan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden pilihannya.

Kamala Devi Harris lahir pada 20 Oktober 1964 di Oakland, California. Ternyata ia adalah keturunan India dan Jamaika. Pantas saja jika kemudian banyak yang beranggapan kalau Kamala bisa saja beragama Hindu, Muslim atau Yahudi.

Ibunya, Shyamala Gopalan, adalah seorang ilmuwan kanker payudara yang beremigrasi dari Tamil Nadu, India pada 1960 untuk mengejar gelar doktor dalam bidang endokrinologi di UC Berkeley.

Ayahnya, Donald Harris, adalah seorang profesor ekonomi emeritus Universitas Stanford, yang beremigrasi dari Jamaika Inggris pada 1961 untuk studi pascasarjana di bidang ekonomi di UC Berkeley.

Biracial keturunan Tamil dan Afro-Jamaika, Kamala Harris mengidentifikasi dirinya hanya sebagai ‘warga Amerika biasa’.

Agama Kamala sedikit terjawab ketika ayahnya, Harris menulis dalam memoarnya bahwa Kamala dan adik perempuannya tumbuh di gereja baptis kulit hitam dan kuil hindu.

“Kamala Harris dibesarkan di Berkeley, California, dengan adik perempuannya, Maya Harris. Dia tumbuh di gereja Baptis kulit hitam dan kuil Hindu, sementara dia dan saudara perempuannya mengunjungi keluarga ibu mereka di Madras (sekarang Chennai), India, setiap ada kesempatan,” tulis ayahnya.

Dilansir laman Britannica Harris menulis dalam memoarnya bahwa dia memahami sedikit bahasa Tamil. Ibunya menamainya “Kamala Devi” karena alasan agama, karena kedua kata tersebut berasal dari mitologi Hindu.

“Kamala” adalah bahasa Sansekerta untuk “lotus”, dan juga adalah nama alternatif untuk Dewi Lakshmi. Sedangkan “Devi” adalah bahasa Sansekerta untuk “dewi” dan nama dewa wanita yang melindungi desa.

Pengalaman pahit sebagai multiras

Sejak kecil Kamala dan sang adik kerap mendapat perlakuan rasis. Ketika kedua orangtuanya bercerai di usianya yang ke-7 tahun, Kamala mengatakan bahwa dirinya kerap mendapat perlakuan rasis.

Ketika dia dan saudara perempuannya mengunjungi ayah mereka di Palo Alto pada akhir pekan, anak-anak tetangga tidak diizinkan bermain dengan mereka karena mereka berkulit hitam.

Ketika dia berusia 12 tahun, Harris dan saudara perempuannya pindah bersama ibu mereka ke Montreal, Kanada, di mana ibu mereka menerima posisi dalam sebuah penelitian di Rumah Sakit Umum Yahudi, dan mengajar di Universitas McGill.

Kamala adalah seorang siswa yang populer di Westmount High School di Westmount, Quebec, dan lulus pada 1981. Di Howard University, Washington, DC, Kamala mengambil jurusan ganda dalam ilmu politik dan ekonomi (BA 1986).

Senator Kamala Harris bersama Barack Obama
Senator Kamala Harris bersama Barack Obama. Foto Instagram @kamalaharris

Kemudian dia magang sebagai juru tulis ruang surat untuk senator California Alan Cranston, mengetuai masyarakat ekonomi, memimpin tim debat, berdemonstrasi menentang apartheid, dan bergabung dengan Perkumpulan Kappa Alpha.

Harris kembali ke California, di mana pada 1989 dia memperoleh gelar Juris Doctor dari Universitas California, Hastings College of the Law di San Francisco. Dia lulus ujian pengacara dan diterima di State Bar of California pada 14 Juni 1990.

Harris memulai kariernya di Kantor Pengacara Distrik Alameda County sebelum direkrut ke Kantor Jaksa Wilayah San Francisco dan kemudian kantor Pengacara Kota San Francisco.

Pada 2003, ia terpilih sebagai jaksa wilayah ke-27 di San Francisco, dan menjabat hingga 2011. Harris terpilih sebagai Jaksa Agung California pada 2010, dan terpilih kembali pada 2014. Harris menghadapi kritik dari para reformis karena kebijakan keras terhadap sejumlah kejahatan yang dia tangani.

Pada November 2016, ia mengalahkan Loretta Sanchez dalam pemilihan Senat 2016 untuk menggantikan senator Barbara Boxer yang keluar.

Dia menjadi senator wanita ketiga California, dan wanita Afrika-Amerika kedua, serta orang Asia Selatan-Amerika pertama yang bertugas di Senat AS.

Sebelum diumumkan sebagai cawapres Joe Biden, Kamala sempat mencalonkan diri dalam nominasi Demokrat untuk Presiden Amerika Serikat pada pemilu 2020, sempat menjadi pelopor sebelum mengakhiri kampanyenya pada 3 Desember 2019, dengan alasan kurangnya dana untuk melanjutkan.

Kini Kamala menjadi calon wakil presiden wanita ketiga AS dari sebuah partai besar, setelah Geraldine Ferraro dan Sarah Palin.

Dia juga adalah orang Afrika-Amerika pertama dan orang Amerika keturunan Asia pertama yang dipilih sebagai pasangan calon presiden dari partai besar.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close