Unik

Heboh, mumi biksu 200 tahun hidup lagi? Dikaitkan dengan cryonics ini faktanya

Berapa waktu lalu beredar kabar menghebohkan, bahwa ditemukan mumi seorang biksu yang hidup 200 tahun silam di Ulan Bator, Mongolia.

Anehnya, lewat foto dan informasi yang beredar, mumi biksu tersebut kembali hidup.

Baca juga:
Cara unik biksu Jepang awetkan diri sendiri, hasilnya bikin takjub

Kabar itu tersiar dari seorang pemilik akun Facebook. Dalam postingannya ia mengunggah foto mumi biksu dengan pakaian mirip biksu dan dipegang oleh sejumlah petugas.

Dalam unggahan tersebut, dicantumkan penjelasan dengan berbahasa Inggris.

“A mummified monk from around 200 year became news on websiter around the world. According to some Buddhist, he is still iin a deep state of meditation.

The body found on August 27 in the outskirt of Ulan Mongolia. It is believed that the cold close the region has preserved the body, with found in good condition of preservation aroun by animal skin. Next to the body scroll was found with an ancient Chinese translete “pukawa ko kung e lift ang lis.”

“(Seorang biksu mumi sekitar 200 tahun menjadi berita di internet seluruh dunia. Menurut beberapa Buddhist, dia masih dalam kondisi meditasi dalam.

Mayatnya ditemukan pada 27 Agustus di pinggiran Ulan Mpbgolia. Dipercaya bahwa dinginnya kawasan tersebut telah mengawetkan tubuh, dengan ditemukan dalam kondisi baik. Pengawetan oleh kulit binatang. Di samping tubuhnya ditemukan sebuah gulungan dengan huruf Cina kuno),” tulis keterangan yang beredar.

Mumi biksu
Mumi biksu foto: Antaranews

Unggahan informasi dalam bahas Inggris itu mengklaim mumi biksu masih hidup.

Narasi yang ditambahkan dalam unggahan foto itu menyebut mumi itu adalah seorang biksu yang sedang melakukan meditasi mendalam karena suhu di Mongolia mampu mengawetkan tubuh sang biksu.

Namun benarkah mumi yang beku selama 200 tahun bisa kembali hidup?

Dilansir laman ANTARAnews, terlepas mumi itu bisa hidup lagi atau tidak, faktanya foto unggahan tentang mumi biksu itu adalah informasi yang salah.

Setelah ditelusuri, ternyata foto serupa telah dipublikasikan oleh situs metro.co.uk dengan judul “Buddhist monk ‘still smiling’ two months after is death”.

Berita pada 22 Januari 2018 itu melaporkan foto tersebut adalah jasad dari seorang biksu terhormat bernama Luang Phor Pian.

Biksu itu meninggal pada usia 92 tahun karena sakit. Biksu itu berasal Kamboja dan bukan dari Mongolia dalam unggahan akun Facebook.

Sang biksu menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai guru spiritual di Lopburi, Tahiland tengah.

Setelah dua bulan disimpan dalam peti mati, jasad biksu Luang Phor Pian dikeluarkan untuk mengganti jubah yang melekat di tubuh si biksu.

Namun, tubuh sang biksu tidak busuk sama sekali saat dikeluarkan dari peti mati.

Ilustrasi biksu sedang meditasi
Ilustrasi biksu sedang meditasi. Foto: Pixabay

Membekukan tubuh apakah bisa hidup lagi?

Sementara itu, pada kenyatannya dalam dunia sains membekukan tubuh untuk meningkatkan harapn hidup disebut dengan upaya cryonics.

Langkah ini telah dilakukan selama 50 tahun. Harapannya, jika metode ini berhasil seseorang bisa dihidupkan suatu hari nanti ketika ada pengobatan yang lebih mumpuni di masa depan.

Dr. James Hiram Bedford, seorang profesor psikologi di University of California-Berkeley. Ia adalah orang pertama yang menjalani cryonics di tahun 1967.

Bedford koma meninggal karena kanker ginjal yang dideritanya, namun segera dilakukan metode cryonics.

Seseorang yang akan menjalani cryonics harus dinyatakan “legally dead”, bukan “totally dead”. Apa perbedaannya? “Legally dead” menunjukkan bahwa jantung sudah berhenti berdetak, namun otak masih belum mati. Organ tersebut memang butuh waktu beberapa saat untuk berhenti berfungsi sepenuhnya (totally dead).

Ini berarti, saat jantung berhenti memompa darah, pasien harus cepat-cepat dijemput oleh tim cryonics. Mereka akan segera membekukan pasien ke dalam es, menyuntikkan oksigen, dan cairan anti-koagulan (anti-pembekuan) agar darah tidak membeku.

Baca juga: Mumi wanita ditemukan ‘menjerit’, arkeolog ungkap cerita ngeri di baliknya

Hingga saat ini, cryonics dianggap ilegal untuk dipraktikkan kepada orang yang masih hidup. Sebab artinya, jantung mereka harus diberhentikan terlebih dahulu untuk bisa menjalani proses berikutnya.

Selain itu, sejauh ini kita hanya bisa membekukan manusia, namun tidak untuk menghidupkannya kembali. Faktanya, sejak cryonics dipraktikkan pertama kali di tahun 1967, belum ada satu pun tubuh yang dibangkitkan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close