Fit

Nagita Slavina panik dan nangis gara-gara kolesterol naik, bahayakah jika dialami ibu hamil?

Nagita Slavina kini tengah mengandung anak kedua. Istri Raffi Ahmad ini kerap berupaya untuk selalu sehat karena dirinya mengaku cukup kesulitan untuk mendapat anak ke dua setelah Rafathar.

Namun baru-baru ini Nagita mendadak panik dan ketakutan. Pasalnya ia baru saja melakukan pemeriksaan fisik dan atibodi bersama sang suami.

Hasilnya, wanita yang kerap disapa Gigi ini menyadari kalau kolesterolnya tinggi alias di atas normal. Hal itu cukup membuat Gigi panik hingga menangis.

Keluarga Raffi Ahmad. Foto: Instagram @raffinagita1717
Keluarga Raffi Ahmad. Foto: Instagram @raffinagita1717

“Gara-gara kolesterol tinggi, aku takut darah tinggi. Jadi nangislah aku,” ungkap Nagita Slavina pada kanal YouTube RANS Entertainment, pada Minggu 22 Agustus 2021.

Lebih lanjut karena hal itu, Gigi langsung ke rumah sakit bersama mama Rieta yang ikutan panik. Setibanya di sana, Gigi ditemani mama Rieta langsung berkonsultasi dengan masalah yang dihadapi.

Namun dokter pun menenangkan Gigi untuk tidak panik. “Namanya juga ibu hamil, karena makan yang enak. Itu sebenarnya sudah biasa, saya tidak pernah periksa kolesterol ibu hamil karena pasti naik,” terang dokter dilansir laman matamata.com.

Bahayakah kolesterol naik saat hamil

Lebih lanjut dokter yang didatangi Gigi mengatakan bahwa semua parameter kesehatan yang disebut tidak normal, menjadi wajar untuk ibu hamil.

Hal ini dikarenakan adanya perubahan fisiologi. Dokter pun menyebutkan jika angka kolesterol pada ibu hamil memang sulit diinterpretasi.

Ini disebabkan untuk ibu hamil preferensinya berbeda dengan orang normal. “Karena, perubahan ini bagian dari proses kehamilan terutama di trimester kedua dan ketiga,” kata dokter lagi.

Perlu diketahui bahwa dalam kehamilan normal, tubuh wanita akan mengalami perubahan metabolisme lemak. Seiring meningkatnya usia kehamilan, kadar kolesterol di dalam darah ibu hamil cenderung meningkat.

Ilustrasi wanita hamil
Ilustrasi wanita hamil Foto: antara via Pixabay

Hal tersebut terjadi karena sel-sel lemak ibu hamil membesar ukurannya. Selain itu, lonjakan kadar hormon progesteron saat hamil juga menyebabkan kolesterol semakin meningkat.

Kendati begitu, dalam kondisi kehamilan yang sehat, peningkatan kadar kolesterol tidak menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

Kolesterol tersebut bahkan berguna untuk mendukung pertumbuhan janin dan hormon kehamilan pada tubuh ibu.
Setelah 1 bulan usai proses persalinan, umumnya kadar kolesterol ibu akan kembali seperti sebelum hamil.

Dokter pun menyarankan untuk tidak melakukan pengecekan. Hanya saja, tetap menyeimbangkan asupan nutrisi yang masuk.

Di antaranya seperti mengonsumsi serat, sayur dan buah-buahan. Serta ditambah dengan aktifitas olahraga.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close