Trending

Narapidana akan disebar saat pandemi, polisi akui kesulitan ini

Di tengah langkah pemerintah mengurangi kerumunan masyarakat saat pandemi, kondisi yang berbeda ter jadi di tahanan Polrestabes Semarang. Efek penjara yang sumpek oleh tahanan, membuat polisi berniat disebar narapidana yang sedang menjalani masa hukuman.

Rencana tersebut akan segera dilakukan dan diamini Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwa yang mengakui tahanan yang berada di kesatuannya tersebut dalam kapasitas yang melebihi batas tampung.

Sehingga para tahanan dengan jumlah sangat banyak, harus ditempatkan dalam sel yang ada di Polrestabes. Kondisi tersebut menurut Irwan karena membludaknya tahanan titipan yang tengah menjalani proses persidangan tanpa putusan hukuman pengadilan.

Narapidana Rutan Depok kompak berjemur. Foto: Darmawan
Narapidana Rutan Depok kompak berjemur. Foto: Darmawan

 “Overload-nya sejak pandemi tahun lalu, karena sebelum ada pandemi, tahanan Jaksa dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan,” ungkap dia, saat melihat kondisi ruang tahanan di Mapolrestabes Semarang.

“Tapi sejak pandemi, tahanan Kejaksaan yang masih berproses hukum dan belum memiliki kekuatan hukum atau vonis, dititipkan di kita”, lanjut dia.

Bahkan disebutkan, jumlah tahanan dalam satu sel banyak yang melebihi kapasitas jumlah orang yang di tahan. Seperti kapasitas maksimal tahanan 12 orang, karena narapidana banyak harus diisi hingga 21 orang.

Irwan menyebut total jumlah tahanan yang ada di Polrestabes Semarang saat ini berjumlah 182 orang. Dari jumlah tersebut, 99 orang di antaranya merupakan tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Semarang.

Buronan kelas kakap
Ilustrasi Buronan kakap Adelin Lis kasus pembalakan liar.


“Ada sekitar total 182 orang. Yang 99 orang itu statusnya tahanan Kejaksaan. Padahal idealnya ruang tahanan kita hanya bisa 100 sampai 120 orang”, tambah dia.


Polisi sebar narapidana di masa pandemi

Dengan kondisi tersebut, polisi sendiri akan sebar narapidana dalam penjara sumpek karena overload. Tahanan tersebut rencananya akan di sebar ke beberapa penjara tahanan milik polsek.


Namun, pihaknya masih mengkaji soal mekanisme pemindahan dan kriteria siapa saja yang kelak dipindahkan di internal serta bersama Kejaksaan.

Sejauh ini, Polrestabes Semarang sendiri memberlakukan pelarangan menjenguk atau membesuk para tahanan sejak pandemi dimulai.

Meski demikian, para tahanan diberikan hak untuk dapat berkomunikasi dengan keluarga secara online melalui aplikasi milik Polrestabes Semarang.

Kaolrestabes Semarang
Kaolrestabes Semarang Foto: CNN



“Memang kita larang untuk dibesuk atau dijenguk secara langsung karena bisa rawan penularan Covid. Makanya kita bikin program aplikasi ‘Besuk Online’, jadi para tahanan dan keluarganya tidak kehilangan haknya”, jelas Irwan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham per tanggal 14 Februari 2021, 252.384 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Sementara kapasitas lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) hanya untuk 135.704 orang. Kondisi kelebihan kapasitas itu dinilai rentan memicu kerusuhan.


Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close