Trending

NASAMS ‘Iron Dome’ TNI AU bukan kaleng-kaleng lho, Gedung Putih buktinya…

Israel punya sistem pertahanan udara Iron Dome yang diklaim sukses melumpuhkan ratusan roket Hamas pekan kemarin. Nah Indonesia pun punya sistem pertahanan udara juga lho. TNI Angkatan Udara punya ‘Iron Dome’ namanya National Advanced Surface to Air Missile System (NASAMS). Nah NASAMS ini bukan kaleng-kaleng lho.

NASAMS ini memang jauh lah kalau dibandingkan Iron Dome yang berlapis-lapis, tapi sistem pertahanan udara buatan Kongsberg Norwegi ini bukan cuma Indonesia yang pakai kok. Sekelas Amerika Serikat aja pakai NASAMS lho untuk melindungi objek viral Negeri Paman Sam itu.

NASAMS bukan kaleng-kaleng

Sistem pertahanan udara Nasams
Sistem pertahanan udara Nasams. Foto Kemenhan RI

NASAMS merupakan sistem pertahanan udara terintegrasi yang menggunakan peluru kendali (rudal) sebagai sarana penghancur sasaran di udara, dengan dukungan Radar dan Command Post sebagai sarana deteksi dan eksekusi target.

NASAMS ini punya jarak tembak 50 sampai degan 70 Km dan secara keseluruhan dapat memantau, mengidentifikasi, dan mengeliminasi sasaran berupa pesawat tempur, helikopter, rudal jelajah, dan drone (UAV).

Dikutip dari Infokomando, TNI AU menyukai Nasams ini karena dapat diintegrasikan dengan rudal-rudal yang dipakai pesawat tempur TNI AU.

“NASAMS bukan sistem Hanud kaleng-kaleng lho, karena di AS sana Sista ini digunakan untuk menjaga obyek vital di Washington DC, termasuk Gedung Putih,” kata Infokomando dikutip Senin 24 Mei 2021.

Nah di Indonesia, NASAMS ditempatkan di Teluk Naga, Tangerang di bawah kendali TNI AU sebagai payung Ibu Kota. Ternyata TNI AU nggak cuma puas dengan NASAMS.

TNI AU mengatakan NASAMS merupakan sistem pertahanan udara jarak menengah, sedangkan dalam rencana jangka panjang TNI AU berencana mengakuisisi sista pertahanan udara jarak jauh.

Sejarah NASAMS dipakai Indonesia

Sistem pertahanan udara Nasams
Sistem pertahanan udara Nasams. Foto Kemenhan RI

Masuknya NASAMS untuk memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia ini tak lepas dari keterbatasan jumlah pesawat tempur sergap dan tak adanya rudal jarak menengah. Apalagi disadari, penindakan ancaman di udara juga masih kurang lantaran keterbatasan pesawat temput dan rudal tersebut.

Makanya sistem pertahanan udara NASAMS ini mengisi kelemahan tersebut.

“TNI AU sangat membutuhkan hadirnya Satuan Rudal sebagai satuan penindak ancaman udara pada jarak menengah. Saat ini TNI AU telah memutuskan untuk menambahkan Nasams sebagai pengganti rudal SAM 75 guna memperkuat sistem pertahanan udara,” jelas Kemenhan.

Hadirnya NASAMS ini pun baru beberapa tahun belakangan ini untuk menggantikan sistem pertahanan udara kawakan.

Sebelumnya untuk sistem pertahanan udara, TNI punya peluru kendali (rudal) SAM 75 buatan Uni Soviet gitu.

Rudal SAM 75 disiapkan untuk mendukung rencana Operasi Trikora. Rudal ini sudah dipakai TNI AU sejak 1960-an. Dengan memiliki rudal SAM 75 ini, Indonesia disegani musuh hingga sampai dijuluki sebagai Macan Asia itu.

Pantes Indonesia disegani dengan ruda SAM 75 di masa lalu, sebab kemampuan rudal super. Efek daya getar tinggi dan handal terbukti menghancurkan berbagai sasaran di udara lho.

Namun rudal SAM 75 dinonaktifkan pada 1980-an. Praktis usia rudal SAM 75 ini cuma dua dekade saja.

Kemampuan NASAMS mengeliminasi sasaran di udara meliputi cruise missile, air to ground missile, fighter/fighter bomber, unmanned aerial vehicle dan helikopter. Kemampuan ini sudah banyak terbukti dan teruji di beberapa medan pertempuran dan digunakan oleh beberapa negara di dunia.

Dikutip dari Kementerian Pertahanan, Nasams didesain melindungi aset-aset penting dan objek vital strategis dari serangan udara musuh.

Nah untuk menghadapi musuh di udara itu, Nasams dilengkapi dengan kemampuan deteksi, identifikasi dan pelacakan target. Bukan itu saja lho Nasams juga mampu mendeteksi adanya jammer yang bisa mengganggu sistem operasional Nasams.

“Nasams. Secara garis besar, Nasams terdiri atas Radar, Rudal dengan peluncurnya, Command Post dan sarana komunikasi,” tulis Kemenhan dalam rilisnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close