Trending

Nasib Arab Saudi kini, turis girang: Bebas berbikini, peluk pasangan, nyanyi keras lagu barat!

Salah satu turis wanita yang berkunjung ke Arab Saudi menceritakan perubahan drastis yang terjadi di sektor pariwisata khususnya pantai. Hal itu lantaran dia bisa menikmati musik Barat, melihat para wanita bebas berbikini, bahkan berpelukan dengan pasangannya di pantai Arab Saudi.

Turis wanita bernama Asma ini menghabiskan hari di pantai Arab Saudi bersama kekasihnya tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sebab, negara itu dikenal sangat konservatif.

Berdasarkan laporan AFP, wanita berusia 32 tahun ini berdansa dengan pasangannya di atas pasir putih di tepi Laut Merah, diiringi dentuman musik dari pengeras suara.

Hal tersebut merupakan segelintir perubahan yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang berusaha mengurangi beberapa aturan sosial yang terbilang ketat.

Sebagaimana diketahui, bersasarkan aturan yang dijaga oleh polisi agama, beberapa waktu lalu keberadaan musik sempat dilarang di tempat umum sampai tahun 2017 dan perempuan di Arab Saudi baru diizinkan mengemudi di tahun 2018.

Pada sektor wisata pantai, biasanya masih dipisahkan antara pria dan wanita.

Aturan yang berbeda di pantai dengan situs-situs suci Islam

Pantai Arab Saudi dibuka bebas untuk turis asing. Foto: The Citizen
Pantai Arab Saudi dibuka bebas untuk turis asing. Foto: The Citizen

Namun dengan masing-masing 300 riyal Arab Saudi (USD80), Asma dan kekasihnya dapat memasuki Pure Beach dekat Jeddah, dengan musik, tarian, dan taman air tiupnya yang mengeja tulisan ‘Saudi Arabia’ dalam bahasa Inggris jika dilihat dari atas.

“Saya senang bahwa saya sekarang bisa datang ke pantai terdekat untuk menikmati waktu saya,” katanya kepada AFP, mengenakan gaun biru di atas pakaian renangnya.

“Ini adalah lambang kesenangan, ini adalah impian kami untuk datang ke sini dan menghabiskan akhir pekan yang indah,” imbuh turis wanita tersebut, yang oleh AFP tak disebutkan kewarganegaraannya.

Menurutnya, para pengunjung pantai berenang di perairan pirus dan wanita mengenakan bikini, beberapa di antaranya merokok shisha.

Saat matahari terbenam, para penari beraksi mengikuti musik Barat di atas panggung yang terang saat para pasangan berpelukan di dekatnya.

Di banyak negara, pemandangan seperti itu hal biasa. Namun, terkesan berbeda untuk Arab Saudi yang menampung situs-situs paling suci Islam dan mendukung Wahhabisme, mazhab agama yang dikenal kaku.

Pure Beach berada di King Abdullah Economic City, sekitar 125 kilometer (sekitar 80 mil) di utara pusat kota Jeddah.

“Saya dibesarkan di sini, dan beberapa tahun yang lalu kami bahkan tidak diizinkan untuk mendengarkan musik, jadi ini seperti surga,” kata Hadeel Omar, turis lainnya asal Mesir, seperti dikutip dari Times of Israel, pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Ilustrasi pantai yang dipenuhi turis. Foto: Coconuts
Ilustrasi pantai yang dipenuhi turis. Foto: Coconuts

Bilal Saudi, kepala acara di King Abdullah Economic City, mengatakan pantai itu menargetkan “pengunjung lokal dan turis [asing]”.

“Saya merasa bahwa saya tidak lagi harus bepergian [ke luar negeri] untuk bersenang-senang karena semuanya ada di sini,” kata Dima, seorang pengusaha muda Saudi, sambil bergoyang mengikuti musik.

Staf di pantai mengatakan mereka tidak tahu apakah pasangan yang berkunjung sudah menikah atau belum. Baru dua tahun yang lalu pasangan asing yang belum menikah diizinkan untuk berbagi kamar hotel.

Demi “privasi”, seperti yang dikatakan staf, ponsel disita dan disimpan dalam kantong plastik.

“Saya terkejut dengan kebebasan dan keterbukaan di pantai, sesuatu yang akan dialami di Amerika Serikat,” kata pengunjung pantai, Mohammed Saleh.

Satu hal yang masih kurang, kata pengunjung, adalah koktail, dengan larangan alkohol secara nasional masih berlaku.

Arab Saudi mulai berubah ketika dipimpin Mohammed bin Salman yang berkuasa sejak 2017

Mohammed bin Salman. Foto: TRTworld
Mohammed bin Salman. Foto: TRTworld

Diketahui Arab Saudi mulai mengalami perubahan di bawah putra mahkota dan penguasa de facto, Mohammed bin Salman (MBS), yang berkuasa sejak 2017.

Tetapi Putra Mahkota MBS juga telah meluncurkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menahan aktivis hak-hak perempuan, ulama dan jurnalis.

Sebuah laporan intelijen Amerika Serikat menuduhnya menyetujui pembunuhan brutal tahun 2018 terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Reformasi sosial kerajaan di kawasan Teluk itu didorong oleh keinginan untuk mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak, termasuk dengan merangsang pariwisata dan pengeluaran domestik.

Hanya pelancong bisnis dan peziarah Muslim yang dapat berkunjung hingga 2019, ketika Arab Saudi mulai menawarkan visa turis.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close