Trending

Luhut jamin nasib buruh lebih baik: Jangan jadi negara alien

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Panjaitan menegaskan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law tak setitik pun merugikan rakyat. Alih-alih merugikan masyarakat, Luhut jamin nasib buruh akan lebih baik dengan hadirnya UU Cipta Kerja.

Luhut mengatakan tak ada niatan pemerintah yang menginginkan rakyat, pekerja dan pengusahanya menderita dengan UU Cipta Kerja tersebut.

Baca juga: Tak banyak tahu, ternyata ini arti Omnibus Law yang ramai ditentang pekerja

“Tak ada di Omnibus Law yang rugikan rakyat. Baik itu lingkungan dan laiannya. Kita tak pernah rusak kepercayaan rakyat kita. Yang kita lakukan adalah apa yang berlaku umum, universal, maka kita buat. Sehingga kita jangan jadi negara alien dengan peraturan-peraturan yang aneh, yang tak terintegrasi peraturan satu dengan yang lain, undang-undang yang satu dengan yang lain. Itulah Omnibus Law,” jelas Luhut dalam ILC tvOne, dikutip Rabu 7 Oktober 2020.

Nasib buruh lebih baik

Pekerja dan buruh dengan gaji di bawah Rp5 juta bakal dapat bantuan pemerintah. Foto: Antara.
Pekerja dan buruh dengan gaji di bawah Rp5 juta bakal dapat bantuan pemerintah. Foto: Antara.

Luhut menegaskan hadirnya UU Cipta Kerja ini membuat Indonesia lebih kompetitif di mata dunia, sehingga investor berlomba masuk menanamkan investasinya di Tanah Air dan akhirnya rakyat pekerja, buruh akan mendapatkan manfaatnya

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi itu menjamin nasib buruh dan pekerja bakal lebih menggembirakan ke depan setelah lahirnya UU tersebut.

“Saya jamin pasti akan lebih baik bagi buruh ke depan. Karena pelatihan-pelatihan membuat mereka lebih efisien dan penjaminan-penjaminan semua akan lebih bagus dan itu berlaku universal,” katanya.

Baca juga: Demo Omnibus Law ricuh di Banten dan Bandung, batu dan bom molotov melayang

Teknologi dan skill

Demo buruh. Foto: Dok Antara.
Demo buruh. Foto: Dok Antara.

Luhut menyampaikan, pemerintah harus menyeimbangkan antara penerimaan dan skill. Pemerintah, kata dia, punya kewajiban melatih para pegawainya sehingga mereka betul-betul pegawai yang berkualitas. Jadi tingkat kerjanya bisa bagus seperti di negara-negara lain.

“Ingat, kita ini harus bicara kualitas. Harus bicara productivity. Tidak hanya bicara jumlah kerjaan, tapi juga productivity. Karena ini semua kan bicara teknologi ke depan. Kita harus train. kita dorong nanti di pertanian, kita dorong di perikanan, kita dorong banyak industri land. Karena kita jangan sampai ketinggalan dalam teknologi,” ujarnya.

Luhut memastikan UU Cipta Kerja ini juga memikirkan pentingnya teknologi untuk membuat Indonesia makin kompetitif.

“Ada sisi lain yang teknlogi yang kita dorong supaya tak ketinggalan. Saya jamin buruh tak ada pemerintah ingin sedikit pun membuat rakyat ingin menderita,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close