Trending

Cukup pakai telepon, nasib preman berubah drastis di tangan Jokowi

Nasib preman mulai hari ini berubah drastis setelah berada di tangan Jokowi. Jika sebelumnya para preman ini leluasa layaknya nasib preman penguasa wilayah, namun penguasa tersebut berubah total di tangan Jokowi cukup pakai telepon.

Langkah tersebut dilakukan Presiden Jokowi ketika menemui beberapa sopir kontainer pelabuhan peti Kemas yang berada di Koja Jakarta Utara. Kesempatan langka tersebut dilakukan Jokowi untuk bertemu sopir kontainer di Tanjung Priok terkait video viral pemalakan.

Banyak para sopir yang mengeluhkan adanya pungutan liar dari para preman yang menguasai wilayah tersebut. Tak jarang para preman mengancam menggunakan sajam di saat memalak sopir yang terjebak kemacetan.

Preman Pelabuhan di kawasan Tanjung Priok saat diciduk aparat kepolisian. Foto: Ist
Preman Pelabuhan di kawasan Tanjung Priok saat diciduk aparat kepolisian. Foto: Ist

Mendengar keluhan ini, Jokowi hanya cukup menghubungi Kapolri menggunakan telepon dan semua keluhan sopir langsung beres di tangan Jokowi. Tentu kehidupan para preman yang awalnya garang dan sangar untuk mencari penghasilan dengan melakukan pungutan liar kini sudah diamankan polisi.

Di tangan Jokowi nasib preman berubah

Sebanyak 24 preman di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara diamankan. Hal ini bagian pengamanan terhadap puluhan orang yang diduga kerap melakukan aksi pemalakan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Tindakan ini setelah Presiden Jokowi sempat mendapatkan keluhan dari para sopir truk di Pelabuhan Tanjung Priok soal aksi premanisme dan pungli. Jokowi bahkan langsung menelepon Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk segera ditindaklanjuti.

Presiden Jokowi saat meninjau dan mendengar keluh kesah sopir kontainer yang kerap dipungli preman. Foto: Facebook Presiden Joko Wiodo
Presiden Jokowi saat meninjau dan mendengar keluh kesah sopir kontainer yang kerap dipungli preman. Foto: Facebook Presiden Joko Wiodo

“Sudah kami amankan ada 24 lagi, kami periksa secara intensif,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (11/6/2021).

Puluhan orang itu ditangkap di dua lokasi berbeda di PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta BKN Marunda dan di depo Greating Fortune Container Indonesia. Guruh menuturkan saat ini mereka belum berstatus sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Sampai Kamis sore, para pihak yang diamankan masih periksa.  

Mendengar cerita para sopir kontainer, Jokowi langsung memanggil ajudannya, Kolonel Pnb. Abdul Haris. Jokowi meminta ajudannya untuk menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon.

“Pak Kapolri selamat pagi,” sapa Presiden.

“Siap, selamat pagi Bapak Presiden,” jawab Kapolri di ujung telepon.

“Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu,” ucap Jokowi.

“Siap,” jawab Kapolri.

“Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri,” tutur Jokowi.

“Siap Bapak,” jawab Kapolri

New Port Container Terminal 1 Tanjung Priok
New Port Container Terminal 1 Tanjung Priok. Foto Instagram @jake_doang.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya sudah menangkap situasi yang ada dan apa yang diinginkan oleh para sopir kontainer.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa dirinya akan terus mengikuti proses ini sehingga keluhan-keluhan yang disampaikan bisa diselesaikan.

“Perintahnya ke Kapolri biar semuanya jelas dan bisa diselesaikan di lapangan. Nanti akan saya ikuti proses ini. Kalau keluhan-keluhan seperti itu tidak diselesaikan, sudah pendapatannya sedikit, masih kena preman, masih kena pungli, itu yang saya baca di status-status di media sosial. Keluhan-keluhan seperti itu memang harus kita selesaikan dan diperhatikan,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close