Entertainment

Nasib tragis simpanse Michael Jackson, phobia kamera hingga bunuh diri

Masih ingat dengan hewan ikonik kesayangan Michael Jackson bernama Bubbles? Pada era 80an Michael Jackson (MJ) mengadopsi simpanse yang diberi nama Bubbles.

Simpanse yang masih bayi itu kerap mengikuti ke mana Michael Jackson pergi Bubbles sempat dikabarkan menjalani kehidupan mewah dan bergelimang fasilitas kelas atas.

Baca juga: Bodyguard bongkar isi kamar rahasia Michael Jackson: Ada barang aneh

Kala itu, MJ terlihat sangat menyayangi dan merawat Bubble dengan tulus. Bubble juga kerap bepergian bersama King of Pop selama tur dunia di Eropa dan Asia, bahkan minum teh dengan walikota Osaka di Jepang.

MJ kala itu membeli Bubbles dari pelatih hewan seharga US$65.000 pada 1980-an, atau sekitar Rp952 juta (kurs 2020). Bubbles awalnya tinggal di rumah keluarga Jackson di LA sebelum dipindahkan untuk hidup berdampingan dengan MJ di Neverland.

MJ memperlakukan hewan peliharaan yang terkenal itu seolah-olah itu adalah anaknya, mengenakan pakaian bayi, tidur di boks bayi di kamar Jackson, makan permen di bioskop dan bahkan dilaporkan punya toilet pribadi.

La Toya Jackson, adik MJ mengatakan bahwa kakaknya dan Bubbles bahkan punya bahasa simpanse sendiri sehingga tidak ada orang lain yang tahu apa yang mereka bicarakan.

“Bubbles diasuh seperti manusia. Dia memiliki pengasuh sendiri. Dia makan di meja keluarga dengan pisau dan garpu,” ujar La Toya dalam film dokumenter Channel 4 pada 2010.

Michael Jackson rencanakan operasi bedah agar Bubbles bisa bicara

MJ juga dikatakan sangat ingin bisa berkomunikasi dengan Bubbles. Sangat ingin hingga MJ pernah mendatangi dokter bedah dan mengatakan keinginannya apakah Bubbles bisa dibuatkan pita suara agar mampu bicara.

“Michael selalu ingin tahu bagaimana dia bisa membuatnya bicara. MJ bertanya kepada dokter, apakah Bubbles bisa dioperasi dan memiliki pita suara.”

Mungkin banyak yang berikir bahwa MJ sangat menyayangi simpansenya itu, namun rumor beredar sebaliknya, Bubbles disebut-sebut mengalami penyiksaan di luar sorotan kamera.

Michael Jacson dan simpansenya
Michael Jacson dan simpansenya Photo: Istimewa

Ahli primata top dunia, Jane Goodall, mengatakan dia percaya Bubbles ditinju dan ditendang di area wajah dan perut saat tinggal bersama MJ.

Lebih jauh, dia mengklaim bahwa ketika dia mencoba untuk berbicara dengan MJ soal kecurigaannya, MJ nampak menghindar dan menolak.

Pada 2014 Goodall berkata pada media bahwa dia sempat menumi MJ dan berbicara tentang Bubbles soal kemungkinan penyiksaan yang terjadi pada simpanse malang itu.

“Saya pergi menemuinya dan kami berbicara tentang Bubbles. Saya memberi tanda pada dia.”

Namun Goodall tidak dengan gambalng mengatakan bahwa pelakunya adalah MJ, namun Goodall mengatakan bahwa Jack Gordon, mantan suami La Toya, pernah melihat MJ menyerang makhluk yang tak berdaya itu.

“Saya melihat Michael memukul wajah Bubbles, menendang perutnya,” menirukan ucapan Gordon.

Keluarga Jackson telah membantah klaim bahwa MJ kasar terhadap Bubbles. Bubble dikatakan telah menjadi lebih agresif ketika ia tumbuh dewasa dan mencapai usia 12 tahun.

Ada kekhawatiran besar bahwa Bubbles akan menyerang putra MJ yang baru lahir, Pangeran Michael II sehingga ia dipindahkan ke pelatih California pada tahun 2003.

“Bubbles adalah simpanse dewasa dan hewan liar, kami tidak membiarkan dia keluar untuk bermain.” kata pemilik peternakan Bob Dunn saat itu kepada CNN.

Tak lama kepergian Bubbles, MJ kembali membeli 2 bayi simpanse bernama Max dan Action, yang diyakini masyarakat tak lain adalah Bubbles.

Bubble mencoba bunuh diri

Tak lama setelah dipindahakn, Bubbles dilaporkan mencoba bunuh diri, itu tak lama setelah MJ didakwa melakukan penganiayaan anak.

Menurut The Times of India, setelah Raja Pop itu didakwa, peliharaan kesayangannya, seekor simpanse bernama Bubbles mencoba bunuh diri.

Bubbles, yang sekarang berusia 30-an, untungnya diselamatkan oleh petugas medis pada bulan Desember dan tidak ada rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut.

Ketika rumah pelatihan ditutup pada tahun 2004, Bubbles dipindahkan ke Center for Great Apes di Wauchula, Florida.

Bubbles memiliki rutinitas harian yang jauh lebih santai, termasuk melukis dan mendengarkan musik flute. Simpanse yang terkenal di dunia itu dikaarkan telah hidup di alam bebas.

Penampilannya telah berubah secara drastis sejak ia tinggal bersama MJ, wajahnya lebih rata dan tubuhnya semakin besar.

Penjaga di pusat mengatakan beratnya mencapai hampir 100 kilo dan memiliki karakter manis.

Banyak kabar beredar, Bubble pernah mencoba kabur pada 2003 dan melakukan percobaan bunuh diri pada 2009 karena mengetahui soal kematian MJ, namun hal itu dibantah oleh pendiri Center For Great Apes, Patti Ragan. Ia bersikeras Bubbles tidak pernah diberitahu tentang kematian MJ dan Bubble tentu tidak akan mengerti bahasa manusia.

“Namun yang pasti Bubble merindukan MJ karena hewan jug punya perasaan. Ketika mereka berpisah dan akan merindukannya sekarang,” kata pelatih hewan Dunn kepada News of the World.

“Simpanse itu cerdas. Mereka ingat orang dan benda-benda. Bubbles dan Michael adalah teman dekat dan teman bermain. Terakhir kali Michael berkunjung, Bubbles pasti mengenali dan mengingatnya.”

Staf di tempat perlindungan hewan tempat dia sekarang tinggal bahkan tidak akan memperlihatkan foto-foto MJ karena sering membuat Bubble bereaksi. Ia tentu mengingat kehidupan lamanya di Neverland.”

Michael Jacson dan simpansenya
Michael Jacson dan simpansenya Photo: Istimewa

Bubble alami phobia kamera

Selain pernah mencoba bunuh diri, Bubbles juga phobia terhadap kamera. Co-founder Center Patti Ragan mengatakan staf tidak pernah menunjukkan kepadanya foto MJ meskipun dalam keadaan marah atau tertekan.

Bubbles juga memiliki kebencian yang kuat terhadap siapa pun yang memegang kamera. Bubbles akan meludahi dan melempar segenggam pasir kepada siapaun yang mencoba memotetnya.

Atasan di tempat perlindungan telah memperingatkan orang-orang untuk tidak mendekatinya dengan kamera jika tidak ingin mendapat masalah dari simpanse bertubuh besar itu.

“Bubble tidak suka kamera. Bahkan ketika pengasuhnya mencoba untuk mengambil foto, ia akan berbalik jika melihat kamera. Dia sesekali akan meludah ke orang-orang ketika jengkel tentang kamera dan mampu melempar pasir.”

La Toya Jackson pernah menangis tersedu-sedu ketika berhadapan langsung dengan Bubbles, untuk pertama kalinya dalam 20 tahun selama kunjungan pada 2010.

Pada Agustus 2019, juru bicara keluarga Jackson mengatakan senang mendengar Bubbles baik-baik saja. MJ benar-benar mencintainya dan tidak pernah berlaku buruk.

Bubbles dilaporkan ‘mencoba bunuh diri’ dan dilarikan ke rumah sakit pada tahun 2003 – dan dibiarkan dengan fobia kamera.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close