Trending

Deretan negara ini tak butuh jet tempur, alasannya terdengar sepele

Diantara banyak negara yang terus memperkuat jet tempur sebagai alat pertahanan, tapi tidak bagi negara ini yang tak butuh jet tempur.

Yakni Swiss yang baru saja mengajukan anggaran besar kepada parlemennya untuk kebutuhan memperbaharui pesawat tempur yang sudah lama dimilikinya. Dalam pengajuan anggarannya anggota parlemen merekomendasikan untuk tidak membeli baru.

Baca juga: Profil jet tempur Typhoon yang diincar Menhan Prabowo, ngeri!

Alasannya cukup sepele, dimana pengajuan anggaran tersebut dinilai tak efektif karena alasan Swiss merupakan negara kecil yang bisa dilintasi jet supersonic hanya dalam waktu 10 menit saja. Alasan lain, tentu anggaran yang diajukan di tengah kondisi pandemic tidak cukup relevan.

Pesawat Jet Tempur super canggih, Eurofighter Typhoon. Foto: Wikipedia
Pesawat Tempur super canggih, Eurofighter Typhoon. Foto: Wikipedia

Parlemen menyebutkan, pembelian pesawat dengan anggaran besar di tengah pandemi, menjadi hal pemborosan yang bisa ditekan oleh negara. Terlebih pengajuan anggaran yang akan dikeluarkan cukup besar yakni USD6,6 miliar atau setara Rp96 triliun.

Salah satu anggota parlemen Swiss dari Partai Sosial Demokrat, Priska Seiler Graf mengungkap bahwa rencana untuk mengganti tidak masuk akal. Melihat dari kondisi negara dengan wilayah yang kecil dan damai.

“Siapa musuh kita? Siapa yang menyerang negara kecil dan netral ini serta dikelilingi oleh NATO?” kata Graf, seperti dikutip Hops.id dari Reuters, Selasa 22 September 2020.

Jet tempur SU-30 MKI besutan Rusia. Foto: Financial Express.
Jet tempur SU-30 MKI besutan Rusia. Foto: Financial Express.

Swiss sendiri akan mengadakan referendum pada 27 September mendatang untuk meminta persetujuan pembelian salah satu dari empat jet tempur yang dipilih Angkatan bersenjata sebagai pengadaan alutsista pada 2021.

Diantara pesawat jet tempur yang akan dibeli dalam perencanan anggaran tersebut diantaranya F/A-18 super hornet buatan Boeing atau F-35 lighting II Lockheed martin, AS, serta Eurofighter dari Airbus, Rafale dari Dassault Prancis.

Seluruh pesawat jet tempur tempur baru tersebut akan menggantikan beberapa jet tempur yang saat ini dimiliki Swiss dan terbilang sudah cukup tua.

Diketahui negara ini memiliki 30 unit F/A-18 Hornets yang secara usia operasional akan berhenti beroperasi pada 2030 mendatang.

Beberapa alternatif pun diungkap Graf kepada parlemen dengan alternatif membeli pesawat tempur harga murah yang disesuaikan dengan wilayah Swiss seperti pesawat latih Leonardo M346.

Pesawat Jet Tempur super canggih, Eurofighter Typhoon. Foto: Militer.or.id
Pesawat Jet Tempur super canggih, Eurofighter Typhoon. Foto: Militer.or.id

Negara-negara yang tak memiliki pesawat tempur

Swiss sendiri merupakan negara yang maju, dan memiliki wilayah yang cukup kecil namun dikelilingi oleh NATO sebagai benteng dan perisai pertahanan negara tersebut.

Meski menurut parlemen tak membutuhkan pesawat tempur sebagai pertahanan negara dari ancaman yang bisa saja terjadi, kemampuan Swiss dalam hal alutsista terbilang cukup modern salah satunya dari jajaran jet tempur Hornets yang dimiliki.

Swiss masih terbilang sebagai salah satu negara yang tak terlalu penting membutuhkan pesawat tempur, dan tak sendiri beberapa negara di belahan dunia pun memiliki penilaian serupa dimana tak membutuhkan pesawat tempur.

Negara-negara tersebut diantaranya,  Irlandia, Malta dan Luksemburg yang secara data tidak memiliki alutsista yang mumpuni sebagai pelindung negaranya jika terjadi serangan dari negara lain.

Sayangnya pengadaan pesawat tempur oleh negara Swiss masih kontroversial, beberapa anggota parlemen justru mendukung pengadaan jet tempur untuk perlindungan negaranya.

Anggota parlemen dari Partai Rakyat yang juga mantan pilot angkatan udara, Thomas Hurter, mengatakan Swiss harus melindungi diri tanpa bergantung pada negara lain. Untuk itu peremajaan armada tempur menjadi penting.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close