Hobi

Ngaku lebih jago dari Ronaldo, Mbappe: Saya kencang dan mematikan

Pemain sayap Prancis yang saat ini bermain untuk Paris Saint Germain (PSG), Kylian Mbappe secara tak langsung mengatakan, kualitasnya saat ini lebih baik dari Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo. Sebab, saat kedua bintang tersebut hanya mampu mencetak 30-an gol, dia mengaku bisa mengemas 60 gol.

Bukan hanya itu, Mbappe menambahkan, dirinya memiliki kecepatan mematikan yang tak dimiliki pemain lain—termasuk Messi dan Ronaldo. Bahkan, saat dia berlari membawa bola, garis pertahanan lawan seketika mundur 30 meter untuk menghadangnya.

“Saya tahu kecepatan saya mematikan. Saat saya tidak bermain, blok lawan lebih tinggi, nyaris di garis tengah,” ujar Mbappe kepada France Football, dikutip Sabtu 19 Juni 2021.

“Saat saya di lapangan, otomatis [garis itu] mundur 30 meter, bahkan untuk tim seperti Bayern Munich yang terkenal bermain dengan garis pertahanan tinggi. Melawan kami, mereka mundur 30 meter dari biasanya,” lanjutnya.

Foto: Beinsports.

Lebih jauh, Mbappe mengatakan, sejak gelaran Piala Dunia 2018 lalu, dia mulai jarang menghadapi situasi one by one atau satu lawan satu dengan musuhnya. Sebab, menurutnya, pemain lawan biasanya menghindari situasi tersebut lantaran tak mampu mengimbangi kecepatannya.

“Sejak Piala Dunia saya jarang mendapati situasi satu lawan satu. Lawan melakukan segalanya untuk menghindari itu. Awalnya, jadi agak sulit tapi saya rasa saya tahu bagaimana mengembangkan permainan saya, terutama menghindari terjebak di sepanjang garis,” tuturnya.

Lebih cepat dari Ronaldo, Mbappe punya kelebihan lain

Dia menyadari, kecepatan menjadi keunggulannya dibandingkan pemain-pemain lain. Namun, dia berposisi sebagai winger yang kadang bergeser lebih ke tengah menjadi striker bayangan. Sehingga, dibutuhkan naluri mencetak gol yang tinggi.

Kylian Mbappe. Foto: SBTOP.
Kylian Mbappe. Foto: SBTOP.

Beberapa musim sebelumnya, dia agak kesulitan menembak sempurna karena larinya terlalu cepat. Kini, dia berusaha mengatur tempo agar perpaduan keduanya bisa berjalan sesuai keinginannya.

“Saya harus belajar mengurangi kecepatan saat mendekati gawang supaya bisa mengendalikannya.”

“Di latihan, saya ditarik ke area luar di mana saya tak boleh menembak karena sudutnya terlalu sempit lantaran terlalu dekat dengan kiper. Mulai berhasil karena saya mencetak banyak gol musim ini dengan menembak sangat cepat, bahkan sebelum kiper atau bek sempat bereaksi,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close