Trending

Ngeri! BIN sebut ‘pasukan bersenjata’ yang dimiliki setara kemampuan TNI

Beberapa hari belakangan publik dikejutkan dengan kemunculan pasukan bernama Rajawali. Pasukan yang muncul dengan senjata itu, merupakan besutan Badan Intelijen Negara alias BIN.

Sejumlah pihak pun langsung terkejut, lantaran pasukan bersenjata BIN itu dipamerkan di depan para petinggi negara dan para jenderal militer negeri ini. Sejumlah pihak bahkan mengkritisi keberadaan pasukan bersejata BIN sebagai bentuk kesalahan, dan seolah menabrak undang-undang.

Baca juga: BIN punya pasukan senjata, Rocky heran: Berarti otaknya enggak dipakai

Lantas, seperti apa penjelasan BIN, dan untuk apa pasukan bersenjata yang mereka miliki?

Setara kemampuan TNI elite

Menanggapi hal ini, Deputi VII BIN Wawan Putranto angkat bicara. Kata dia, pasukan Rajawali yang dipertontonkan ke publik belum lama ini, berjumlah 135 orang.

Menariknya, mereka piawai mengoperasikan senjata, mengenal bahan peledak, dan berbagai kemampuan mengerikan lainnya. Termasuk bertahan hidup seorang diri, serta masuk ke jantung lawan walau seorang diri.

Mereka juga dikatakan mampu bertahan hidup di medan sulit sekalipun, lantaran dididik setara para komando, seperti halnya TNI.

Kata Wawan, ‘pasukan’ BIN yang dimilikinya itu bukan kali pertama diumumkan. Sebab mereka sudah beberapa kali diterjunkan ke medan berat, baik pertempuran, dan mengikuti sejumlah operasi militer. Baik di perbatasan, hingga wilayah-wilayah rawan konflik.

Wamenhan Sakti Wahyu berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan. Foto: Twitter.
Wamenhan Sakti Wahyu berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan. Foto: Twitter.

“Kalau kemampuanya sudah kemampuan para komando, karena memang mereka dilatih dengan sangat berat, seperti TNI. Jumlahnya sekitar 135 ya, dan mereka merupakan salah satu putra terbaik bangsa,” kata Wawan, saat menjadi salah seorang narasumber di tvOne, Minggu 13 September 2020.

Salahi undang-undang?

Terkait apakah menyalahi undang-undang atau tidak, para pasukan BIN ini, Wawan menegaskan tidak. Sebab kata Wawan, mereka bukanlah pasukan yang sifatnya sama seperti dengan yang dimiliki TNI dan Polri.

Mereka nantinya akan dipecah menjadi perorangan ataupun tim, sesuai dengan kebutuhan intelijen. Artinya mereka hanyalah para peserta didik yang kemudian dipamerkan untuk selanjutnya mengemban tugas ke depan.

Jadi, dia meminta masyarakat tidak salah tafsir dengan pasukan BIN ini. Sebab belum tentu senjata yang mereka pakai di atraksi akan digunakan kembali.

“Itu para peserta didik kami. Mereka belajar di tempat pendidikan BIN. Bukan pasukan bersenjata khusus. Tetapi memang melewati prosesi latihan.”

“Mereka tidak seperti penyerbu seperti yang ada di pasukan-pasukan TNI atau polri,” tegasnya.

Badan Intelijen Negara
Logo Badan Intelijen Negara Foto: Antara

Maka oleh itu, dia pun menyebut itu tidak menyalahi undang-undang. Adapun pendidikan intelijen khusus ini beberapa kali sudah dilakukan.

BIN, kata Wawan, juga mengaku selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sehingga dijamin, tidak ada kesalahpahaman dengan kemunculan pasukan itu.

“Kami yang pimpin rapat-rapat baik dari intelijen di TNI, Polri, maupun kementerian-kementerian yang ada intelijennya. Kita selalu koordinasi, pada tataran lapangan bersama-sama kerja sama operasi, tukar menukar informasi, dan kerja sama lainnya, yang memang diperlukan pada saat saat keperluan taktis dan strategis.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close