Trending

Ngeri bukan main, PA 212 ancam polisi begini andai ngotot panggil HRS

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin tak terima dengan keputusan Polisi Daerah (Polda) Metro Jaya memanggil pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait pelanggaran protokol kesehatan COVID-19. Bahkan, Novel telah melayangkan ‘ancaman’ seandainya hal tersebut tetap dilakukan.

Novel memastikan, ancaman tersebut berupa kerumunan massa dan simpatisan HRS. Sebab, ke manapun Habib Rizieq melangkah, di situ ada bayang-bayang pendukungnya. Maka, pemanggilan pria yang acap mengenakan sorban putih itu, kata Novel, hanya akan memicu kerumunan baru.

“Kalau memang HRS (Habib Rizieq Shihab) memenuhi panggilan ke Polda Metro Haya maka bisa terjadi umat akan tumpah ruah turun ke jalan mengawal proses pemeriksaan,” ujar Novel, dikutip dari CNN Indonesia, Senin 30 November 2020.

Habib Rizieq Syihab sapa pendukungnya di Petamburan III
Habib Rizieq Syihab sapa pendukungnya di Petamburan III. Foto Antara/Livia Kristianti

Itulah mengapa, Novel mendesak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membatalkan pemanggilan terhadap Habib Rizieq. Menurutnya, pemanggilan terhadap HRS terkesan mengada-ada dan berpotensi memicu kegaduhan baru di tengah-tengah masyarakat.

“Itu yang hanya membuat kegaduhan serta justru melanggar Prokes itu sendiri, karena sejatinya Kapolda sudah tahu konsekuensinya dampak pemanggilan yang tidak berkeadilan itu,” tuding Novel.

Lebih jauh, Novel juga meminta Kapolri Jendral Idham Aziz mencopot Kapolda Metro Jaya. Sebab menurut dia, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang justru membuat pelanggaran, lantaran dengan sengaja menciptakan kerumunan akibat pemanggilan Habib Rizieq Shihab.

“Kapolri harus mencopot Kapolda Metro Jaya karena telah menyebabkan kerumunan massa kalau pemanggilan dipaksakan,” kata Novel.

Habib Rizieq
Habib Rizieq ceramah di Maulid Nabi

Diketahui, Polda Metro Jaya memanggil HRS terkait kerumunan di Tebet, Jakarta Selatan dan Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Pemeriksaan rencananya bakal berlangsung di kantor Polda Metro Jaya, Selasa, 1 Desember 2020.

Namun, Wasekum FPI, Aziz Yanuar belum bisa memastikan, apakah Imam Besarnya tersebut bakal memenuhi panggilan atau tidak. Sebab, dia menilai, pemanggilan polisi terhadap HRS itu terkesan berlebihan dan masuk kategori dugaan kesewenang-wenangan hukum.

Pemanggilan polisi terhadap HRS dinilai tak independen

Pengacara Front Pembela Islam (FPI), Ichwan Tuankotta mengatakan, polisi tidak independen dalam menindak pelanggar protokol kesehatan. Sebab, kata dia, kerumunan tidak hanya terjadi di Bandara Soetta dan Petamburan, namun juga sudah terjadi di sejumlah daerah saat berlangsungnya tahapan pendaftaran Pilkada serentak 2020.

“Yang jelas kerumunan tidak hanya terjadi di bandara saat penjemputan HRS, atau pada saat acara Maulid Nabi di Petamburan. Banyak kejadian di berbagai tempat. Termasuk pendaftaran pilkada di Solo anak Priseden juga malanggar itu,” ujarnya, dinukil dari Okezone.

Ichwan punbertanya-tanya, mengapa polisi tidak menindak berbagai kerumunan tersebut. Menurut dia, Polri bisa dianggap tebang pilih dalam penegakan hukum di Tanah Air.

“Tapi mana proses hukumnya? Atau pada saat pilkada jadi ini jelas jelas tebang pilih. Dan tidak menjujung asas equality before the law,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close