Fit

Ngilu! dr. Tompi ungkap kondisi alat vital hasil suntik abal-abal, gede tapi…

dr. Tompi punya profesi sebagai penyanyi sekaligus dokter bedah plastik. Sudah banyak kalangan artis yang menjadi pasiennya. Ternyata enggak hanya wanita, kaum Adam pun banyak yang menggunakan jasanya.

Kaum pria yang menjalani perawatan di dr. Tompi biasanya seputar permasalahan alat kelamin. Tompi mengiyakan kalau banyak pasien korban malpraktik pembesaran alat vital yang dating padanya.

Muslima Fest

dr. Tompi soal efek pembesaran alat vital pria

Berbincang bareng Luna Maya dan Marianne di kanal YouTube TS Media baru-baru ini, Tompi blak-blakan tentang operasi yang sering dilakukannya untuk pasien pria. Kebanyakan yang dating padanya setelah kondisi alat vitalnya rusak.

Pria bernama lengkap dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE ini menyebut pembesaran alat vital sudah jadi rahasia umum di Indonesia. Sayangnya, banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menjalankan prosedur yang tidak semestinya, misalnya dengan mengganti cairan yang digunakan.

Alih-alih mendapat ukuran alat vital idaman, justru kondisi ngenes yang didapat. “Cowok suntikin silikon noma (cair) ke penis bisa besar tapi bentuknya kayak bengkoang. Gede tapi bentuknya enggak karu-karuan,”katanya.

Ilustrasi ukuran penis. Foto: Pixabay
Ilustrasi ukuran penis. Foto: Pixabay

Alat vital memang membesar tapi tidak bisa digunakan pun sensitifitasnya jadi berkurang. Gede tapi enggak bisa lo apa-apain”,”sambungnya. Prosedur seperti itu tentu saja berbahaya. “Itu tidak boleh dikerjakan. Kita sebutnya silikon cair tapi belum tentu. (isinya) bisa minyak goreng yang disuntikin, mentega yang dicarin,”sambung Tompi.

Semuanya itu memang membuat alat vital membesar. “Itu memberikan reaksi, menebal dan enggak terukur. Yang nyuntik biasanya ngakunya kolagen. Ada yang datang ke rumah, pura-pura urut tapi sambil dia suntikin.”

Supaya bisa kembali ke normal

Kebanyakan pasien pria di kliniknya sudah menjalani suntik silicon di alat vital sehingga akhirnya rusak. “Itu ngebenerinnya caranya macem-macem. Kalau kondisinya belum parah, kulit kita pertahanin buang isinya,”beber dr. Tompi.

Tapi kalau kondisinya sudah parah, maka dipilih metode lain. “Kalau kulitnya sudah rusak, penisnya kita telanjangin tinggal salurannya doang. Kita tutup dari entah kulit dari bawah atau paha ditempelin di penisnya,”ungkapnya yang membuat Luna Maya melongo.

Apakah masih bisa digunakan secara normal, Tompi menjawab, “Masih bisa ereksi cuma ditutup dengan kulit doang dia akan jadi lebih tipis dan bentuknya jadi lebih tipis.”

Buat kaum pria yang berniat membesarkan alat vital, hati-hati ya pastikan pilih metode aman yang ditangani oleh ahli kesehatan yang berkompeten.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close