Trending

Nia-Ardi direhab, jejak Kapolres Jakpus dibongkar Denny Siregar, ternyata…

Tertangkapnya Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie atas kasus narkoba jenis sabu jadi salah satu kasus yang dapat perhatian publik. Apalagi keduanya, baik Nia dan Ardi direhab usai kasus narkoba membelitnya.

Nia dan Ardi merupakan figur terkenal, satu selebriti, dan satunya lagi anak pengusaha kaya raya Aburizal Bakrie. Dari laporan yang diterima pegiat media sosial Denny Sirgear, keduanya tertangkap bukan sedang memakai sabu. Melainkan ada laporan yang masuk ke Polisi kalau Nia sering pakai sabu.

Muslima Fest

Dari sana, Polisi kemudian menyelidiki sopir Nia Ramadhani. Benar saja, ketika digeledah, ditemukan sabu kurang dari 1 gram. Dari keterangan sang sopir, sabu itu bukanlah miliknya, melainkan punya sang bos Nia Ramadhani.

Dari sana kemudian Polisi mendatangi rumah Nia Ramadhani. Di sana akhirnya ditemukan seperangkat bong, dan Nia lalu digiring ke kantor Polisi.

“Dari pengakuan inilah Nia mengaku sering memakai sabu bersama sopirnya, termasuk dengan suaminya. Ketika itu suaminya Ardi sedang tak ada di rumah. Ardi lalu memilih mendatangi kantor Polisi untuk menyerahkan diri,” kata Denny disitat Cokro TV, dikutip Selasa 13 Juli 2021.

Nia-Ardi direhab, Kapolres Jakpus disorot

Pada kesempatan itu, Denny kemudian melarikan pandangan publik ke sosok Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Hariyadi. Menurutnya, dia sangat respect dengan sosok Kapolres Jakarta Pusat itu. Sebab menangkap orang berpengaruh di republik ini tentu sangat tak mudah.

Sebab sudah pasti banyak yang menelepon Polisi agar kasus itu segera dipetieskan. Banyak Polisi lain pula yang disebut Denny bakal ngiler dengan tawaran yang dijanjikan keluarga mereka.

Denny Siregar. Foto: Fajar
Denny Siregar. Foto: Fajar

“Bayangkan, mereka tinggal telepon orangtua, ‘Ini Nia dan Ardi kena kasus sabu, gimana mau 86 apa saya kasih ke publik’. Mereka tentu dapat uang tutup mulut kalau mau main-main,” katanya lagi.

Akan tetapi, Denny mengaku sangat tahu kapasitas Kapolres Jakarta Pusat. Denny pun kemudian mengulas sepak terjang Hengki sewaktu bertugas.

“Dia adalah orang yang nangkap Hercules. Berita itu heboh pada 2013, akhirnya orang lega, preman yang selama ini tak bisa disentuh, akhirnya disentuh juga. Ketika itu Hengki menjadi Kasatreskrim Jakbar. Walau Hercules dekat dengan banyak pejabat, tapi dia dihajar juga,” kata Denny.

Hengki pula yang melakukan penangkapan jaringan narkoba jenis sabu 310 kilogram dari Timur Tengah bernilai Rp400 miliar, beberapa bulan lalu.

“Bukan mau promosikan orang, tetapi saya ingin orang bagus bukan dicemooh ketika berprestasi, supaya bukan orang jelek yang justru dapat jabatan,” katanya.

Karena bukan tidak mungkin, karena kasus Ardi dan Nia, karirnya menjadi Polisi terancam, karena hanya ada orang kuat yang tak suka Ardi Bakrie ditangkap beliau.

Kok Nia dan Ardi direhab?

Denny tentu memaklumi ada yang mengganjal terkait banyaknya komen yang menyebut kenapa Nia dan Ardi direhab. Denny bilang itu semua bukan wewenang dari Kapolres Jakpus Hengki.

Dari informasi yang diperoleh, urusan rehab bukanlah wewenang Polisi. Karena tugas Polisi hanya sekadar menangkap saja.

Mereka hanya membuat berkas ke Jaksa, dan Polisi tak punya wewenang melakukan rehab. Jadi dipastikan tidak ada main mata antara Polisi dengan kasus Nia dan Ardi.

Di satu sisi yang memiliki wewenang untuk memberikan rehab adalah Pengadilan. Apalagi ada di UU, negara wajib merehab orang yang dalam hal pengguna kepergok memakai. Dan narkoba yang didapati di bawah 1 gram. Berbeda jika mereka adalah penjual narkoba.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Sumber: YouTube

“Polisi dan Pengadilan dua institusi yang berbeda, tugas dan wewenang juga berbeda, kalau Polisi paling hanya sebatas rekomendasi saja apakah direhab atau tidak. Itu pun tidak mereka buat sendiri, melainkan gabungan dari BNN, dan Kejaksaan.”

Denny respect ke Nia-Ardi

Terlepas dari kasus sabu yang menjerat, Nia dan Ardi sendiri belakangan akhirnya memang direhab.

Denny lantas tak luput menyoroti sikap ksatria Nia dan Ardi di depan proses hukum. Keduanya disebut sangat taat hukum, dan tidak kabur, termasuk menggunakan power mereka sebagai anak orang kaya raya untuk menekan Polisi.

“Dari hasil kronologi yang saya peroleh, saya respect dengan Nia dan Ardi. Saya bukan pengagum dia, saya jijik dengan pemakai sabu, cuma saya respect dengan ketaatan hukum mereka,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close