Hot

Nikita Mirzani alami bengkak dan meriang demi hapus tato, ternyata butuh biaya segini

Aktris sekaligus presenter Nikita Mirzani tengah melakoni proses penghapusan tato di beberapa bagian tubuhnya. Tak tanggung-tanggung, Nikita harus merogoh kocek yang dalam untuk membuat kulitnya kembali bersih dari tinta. Ibu 3 anak tersebut mengaku untuk menghapus tatonya demi alasan pekerjaan.

Selain itu, Nikita Mirzani juga menampik merasa tak puas dengan hasil tato di beberapa bagian tubuhnya.

Muslima Fest

“Jadi, kadang-kadang gua suka ketemu sama klien atau ketemu pengusaha siapa gitu. Gua harus pake baju panjang itu gua agak risih gitu. Gua berpikir, ‘Ah, gua hilangin saja… Harusnya, kan, gua bikin tato di sini, satu tangan, cuma beberapa tahun yang lalu gua mau bikin satu tangan, ternyata gua dapet film, jadi gua bikinnya menclak-menclok gini, jelek, mending dihapus,” tutur Nikita.

Menurut Nikita, sudah 6 tato yang ia hapus. Rupanya, ia harus mengeluarkan senilai lebih dari Rp40 juta. Tak hanya sakit, proses penghapusan tato juga memakan waktu yang lama.

“Segini nih sudah Rp 40 juta, ini sekitar 12-an,” ucapnya.

Nikita Mirzani. Foto: Instagram @nikitamirzanimawardi_172
Nikita Mirzani. Foto: Instagram @nikitamirzanimawardi_172

Nikita Mirzani habiskan 2 tahun untuk hapus tato

Nikita mengaku sudah melakoni proses penghapusan tato selama 2 tahun. Ia bahkan sempat meriang dan mengalami bengkak akibat efek samping dari proses hapus tato.

“Sakit banget. Ini saja prosesnya sudah mau dua tahun karena yang berwarna itu lebih susah dibanding warna hitam… Bikinnya sakit. Lebih sakit ngilanginnya daripada bikinnya karena kemarin gua sampai meriang, bengkak, ya, risikolah namanya buat tato,” lanjutnya.

Nikita menghilangkan tato dengan menggunakan laser. Ia tidak mempermasalahkan waktu yang lama untuk menghapus tato di tangannya. Sebab, dia lebih mengutamakan kesehatannya.

Nikita Mirzani. Foto: Instagram @nikitamirzanimawardi_172
Nikita Mirzani. Foto: Instagram @nikitamirzanimawardi_172

“Ya, kalau laser itu ternyata enggak boleh sering-sering. Jadi, setahun hanya boleh tiga kali untuk menghindari kanker kulit, makanya prosesnya lama makan waktu. Gua enggak mau kenapa-kenapa. (Daripada) gara-gara gua sering laser tapi gua kanker kulit, kan, alemong,” ucap Nikita.

Kendati begitu, NIkita mengaku tidak menyesal dengan keputusannya untuk bertato.

“Kalau nyesel enggak, cuma biar bersih saja. Kalau gua, kan, enggak pernah nyesel kalau bikin apa-apa,” ucapnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close