Trending

Novel Baswedan dipecat, sebuah pembunuhan berencana…

Isu Novel Baswedan beserta penyidik KPK lain bakal dipecat beredar luas. Kabarnya, Novel Baswedan tak lolos tes wawasan kebangsaan dalam tes PNS untuk pegawai KPK. Novel Baswedan dipecat ini adalah pembunuhan berencana.

Publik pun heboh dan menuding ada siasat untuk menyingkirkan Novel Baswedan dan penyidik berintegritas lainnya dari KPK.

Malahan ada yang menilai upaya penyingkiran Novel Baswedan dan kawan-kawan merupakan pembunuhan berencana di KPK.

Novel Baswedan dan pembunuhan berencana

Pegawai KPK memakai seragam. Foto: Antara
Pegawai KPK memakai seragam. Foto: Antara

Akun Partai Socmed turut mengomentari Novel Baswedan dan penyidik KPK lain yang dikabarkan tak lolos tes wawasan kebangsaan di KPK. Menurut akun itu, jelas ini adalah skenario supaya kasus korupsi bisa aman dari kejaran penyidik KPK yang berintegritas.

Sebuah pembunuhan berencana..
Diawali dgn revisi UU KPK yang menetapkan pegawai KPK sebagai PNS, lalu diikuti dgn screening untuk menyingkirkan para pegawai lama yg dianggap perusak pesta korupsi mereka. Puas2kanlah, Gusti mboten sare!
” tulis akun Partai Socmed di Twitter dikutip Selasa 4 Mei 2021.

Akun yang terkenal kritis ini menilai penyingkiran Novel Baswedan ini adalah sejarah kelam hancurnya KPK di zaman Presiden Jokowi. Akun ini menilai publik akan menandai rezim Jokowi mewariskan kematian KPK. Warisan infrastruktur tak ada gunanya dengan matinya KPK.

Sejarah akan mencatat kehancuran KPK terjadi pada masa pemerintahan @jokowi dan beliau menjadi bagian aktif di dalamnya. Sejarah tidak akan mengingat berapa banyak jalan tol dan bandara dibangun, tetapi kehancuran KPK beserta dekadensi bangsa yg diakibatkannya,” tulis akun itu.

Turut prihatin dengan pembunuhan KPK, Partai Socmed menyampaikan penghormatan tinggi kepada Novel Baswedan dan kawan-kawan yang telah berjuang membongkar korupsi di Indonesia.

Hormat kami kepada Novel Baswedan dkk. Kalian sudah berjuang dengan se-baik2nya, se-hormat2nya. Kalian sudah mengorbankan segalanya untuk negeri yg kalian cintai ini,” katanya.

Novel dkk dipecat

Penyidik KPK Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Nama penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali digunjing lantaran dirinya dikabarkan terancam dipecat. Pemecatan Novel disebut-sebut karena tak lolos tes wawasan kebangsaan. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Novel.

Ia mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Katanya ada puluhan pegawai lembaga antirasuah termasuk dirinya terancam dipecat. Alasannya, karena tak lolos dalam tes wawasan kebangsaan yang merupakan bagian dalam seleksi alih status pegawai KPK jadi ASN.

“Iya, katanya begitu (dipecat),” kata Novel dilansir laman Suara Selasa 4 Mei 2021.

Lebih lanjut dikabarkan ada puluhan pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos seleksi. Bahkan ada beberapa penyidik dari internal lembaga antirasuah dan pejabat struktural.

Novel menyebut apabila kabar itu benar, maka akan terasa janggal. Hal ini seperti sudah terlihat alurnya sejak revisi UU KPK dilakukan.

“Kalau benar dilakukan (pemecatan), tentu seperti itu (direncanakan sejak revisi). Aneh kalau enggak lulus WK (Wawasan Kebangsaan). Silakan lihat profil orang-orangnya,” kata Novel.

Menanggapi isu pemecatan Novel, KPK angkat bicara. KPK mengaku memang telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut pada Selasa 27 Maret lalu.

“Namun, mengenai hasilnya sejauh ini belum diketahui karena informasi yang kami terima data dimaksud belum diumumkan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dilansir JPNN, Senin 4 Mei 2021.

Ali mengaku belum mengetahui lebih detail terkait informasi yang beredar tersebut. Dia mengatakan, KPK akan segera mengklarifikasi dengan data hasil asesmen pegawai.

“KPK memastikan akan menyampaikan hasilnya kepada publik dalam waktu dekat dan akan kami informasikan lebih lanjut,” tegasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close