Trending

Channel Youtube Novel Baswedan, bukti ogah pensiun berantas korupsi

Kiprah Novel Baswedan sebagai penyidik senior antikorupsi di KPK memang sudah tamat setelah dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Namun Novel rupanya ogah pensiun dan menyatakan diri tetap siap berantas korupsi dengan cara lain salah satunya membuat Youtube pribadi.

Salah satu cara terbaru yang dilakukan Novel untuk tetap konsisten melakukan pemberantasan korupsi yakni dengan menggunakan sarana media sosial. Novel akan memanfaatkan channel Youtube pribadinya dalam memberantas korupsi.

Muslima Fest

Pembuatan akun youtube pribadi, disebara Novel melalui akun twitter pribadinya @nazaqistha. Dalam cuitannya tersebut Novel ingin mendeklarasikan channel Youtube yang dibuatnya untuk kepentingan edukasi terkait banyak hal utamanya pemberantasan korupsi.

Novel Baswedan
Novel Baswedan Foto: Antara

“Saya perkenalkan Channel resmi Novel Baswedan, semoga bisa menjadi media untuk edukasi & informasi mengenai isu anti korupsi, penegakan hukum, keadilan & diskusi2 lain yg membangun semangat & konsistensi. Salam Integritas, anti korupsi,” demikian cuitan Novel

Dalam cuitannya itu, Novel juga mengunggah video berjudul: CHANNEL RESMI NOVEL BASWEDAN yang disiarkan perdana di akun Youtube pribadinya pada hari ini.

“Hal penting yang ingin saya sampaikan adalah kalian boleh membutakan mata saya, tapi perjuangan memberantas korupsi harus tetap berjalan. Karena hukum tidak pernah buta.”

Cuitan Novel yang mengabarkan tentang dirinya membuat konten Youtube mendapatkan 467 retweet, 26 tweet kutipan, dan 1.679 Suka dari warganet.

Penyidik KPK Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Dalam video perdana berdurasi 5 menit, 14 detik itu, Novel pun memberikan kalimat pembuka yang cukup menohok.

Kesempatan kedua Novel Baswedan Cs

Mardani berpandangan TWK jangan menjadi alat mengintervensi independensi pegawai KPK dalam melaksanakan tugas pengabdiannya.

Politikus PKS itu menilai, 75 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan yang nggak lolos tes TWK, mestinya diberi kesempatan lagi. Pertimbangannya, Novel Baswedan dan kawan-kawan lainnya kan sudah berkontribusi bagi penindakan korupsi di Indonesia.

“Pegawai-pegawai ini (yang tak lolos TWK-red) mestinya bisa dipertahankan. Jika ybs tidak lolos tes tsb, perlu diiringi dengan memberikan kesempatan untuk memperkuat wawasan kebangsaan. Ada Lemhannas yang bisa membantu melakukan pembinaan. Kecuali mereka memutuskan sendiri untuk mundur,” tulis Mardani dalam utasan di akun Twitter, dikutip Jumat 7 Mei 2021.

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: Suara (Jaringan Hops)
Mantan penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: Suara (Jaringan Hops)

Menurutnya KPK pun layak memberika kesempatan kedua bagi pegawai KPK yang tak lolos TWK. Selain soal kontribusi para pegawai tersebut, kemarin putusan Mahkamah Konstitusi salah satunya mengamanatkan jangan tak boleh satu pun kebijakan yang merugikan pegawai KPK dalam alih status jadi ASN. Menurutnya sudah seharusnya pimpinan KPK harus taat putusan MK itu.

“Ini harus dibuka ke publik karena sudah menjadi urusan kita semua. Nasib pegawai KPK, yg sebagian berstatus penyelidik/penyidik, apalagi yang senior sudah mengharumkan nama KPK. Besarnya KPK pun tidak lepas dari peran penyidik dan pegawai KPK yg sudah berdedikasi selama ini,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close