Hot

Nyai Dasima, dibunuh lalu dibuang di Kali Ciliwung

Samiun dan Nyai Dasima pergi ke Ketapang. Mereka bergandengan tangan bagaikan dua sejoli yang baru mengenal cinta pertama.

Sambil berjalan, Samiun kelihatan gugup. Ingin saja ia mengurungkan niat untuk tidak jadi pergi, tetapi menjadi bimbang manakala mengingat Hayati yang terus mendesaknya, dan Mak Soleha yang selalu menatap dengan nanar.

Muslima Fest

Nyai Dasima, cinta dan pengorbanan gadis di tanah Betawi

Cerita Nyai Dasima tiba-tiba jatuh cinta pada Samiun, si kusir sado

Legenda Nyai Dasima: Malam indah yang berakhir tragis

Dalam buku Njai Dasima karya Gijsbert Francis 1896, dikisahkan, mereka menggunakan jalan lain, jalan setapak yang akan melewati sebuah kali dengan jembatan titian bambu.

Njai Dasima, karya Gijsbert Francis, 1896. Foto: Komunitas Bambu
Njai Dasima, karya Gijsbert Francis, 1896. Foto: Komunitas Bambu

Di ujung tepian kali tempat menyeberang, Samiun melepaskan Nyai Dasima sendiri di belakang. Bukannya menuntun agar tidak terpeleset, malah membiarkan menyeberang jembatan sendirian.

Saat berada di tengah jembatan, Nyai Dasima tertinggal di belakang dan memanggil Samiun tetapi Samiun meneruskan langkah untuk sampai ke tepian seberang kali. Dalam kesempatan itu, sebuah bayangan muncul.

Bayangan seorang lelaki kekar dengan sigap memburu ke arah Nyai Dasima sambil mengirimkan pukulan maut ke tengkuk Nyai Dasima tapi pukulan itu meleset karena Nyai Dasima sempat melangkah sebelum tangan lelaki kekar itu mendarat.

Nyai Dasima tiba-tiba jatuh cinta pada Samiun. Foto: Poster film Njai Dasima, November 1929 Dok. Alchetron
Nyai Dasima tiba-tiba jatuh cinta pada Samiun. Foto: Poster film Njai Dasima, November 1929 Dok. Alchetron

Namun pukulan itu tak meleset sama sekali, yang tetap terkena bagian belakang dan sakitnya bukan main, Nyai Dasima menjerit memanggil Samiun. Tapi Samiun dengan tenang dan mencibir ia berkata, “Ajal elu udah sampe, biarin, pasrahin aje diri lu..!“

Nyai Dasima berusaha lari minta perlindungan pada Samiun yang telah berdiri di seberang tepian kali. Namun memang sudah nahas bagi Nyai Dasima, sebuah pukulan keras yang keluar dari tangan seorang jagoan terkenal Bang Puase, mendarat tepat pada posisi yang sensitif di bagian tengkorak kepala.

Seketika, Nyai Dasima roboh bagai daun kering diterjang badai gurun. Mata sebelah kanannya melotot, lidah terjulur keluar yang sebagian putus tergigit gigi yang merapat akibat tekanan dari atas, darah mengucur dari hidung dan mulut, Nyai Dasima rubuh.

Lalu, Bang Puase menyongsong dengan golok tergenggam, langsung menggorok leher Nyai Dasima. Tamatlah ajal Nyai Dasima yang disertai semburan darah yang keluar dari urat lehernya.

Samiun berdiri terpaku, kemudian memburu Nyai Dasima yang telah berubah menjadi seonggok bangkai manusia. Samiun mengangkat mayat Nyai Dasima dengan kedua belah tangannya.

Nyai Dasima. Foto: Senayanpost
Nyai Dasima. Foto: Senayanpost

Kenangan indah ketika baru pertama kali menjadi isterinya tetap terlihat lewat mata Nyai Dasima yang terbuka, bagaikan filem romantis yang digulung ulang, seketika terekam saat-saat bahagia selama ini yang justru membuat Saimun yang sok ganteng, menitikkan air mata.

Setelah beberapa saat, Bang Puase dan Samiun berembuk sebentar untuk membuang mayat Nyai Dasima, melemparkanlah ke Kali Ciliwung.

Namun ternyata ada beberapa saksi mata, si kuntum yang berjalan bersama Bang Puase diancam akan dibunuh bila membuka rahasia kematian Nyai Dasima.

Sementara di seberang kali, dibalik rerimbunan pohon, ada penduduk lokal Musanip dan Ganip yang sedang memancing, mereka juga menyaksikan peristiwa itu dengan jelas, dan keduanya ketakutan, bersembunyi agar tidak diketahui oleh Bang Puase.

Isteri Musanip yang rumahnya berdekatan dengan peristiwa itu terjadi, sempat mendengar jeritan Nyai Dasima sebelum dibunuh, dan mengintip melalui celah dinding bambu rumahnya, juga ikut ketakutan jika diketahui oleh Bang Puase. (dehand)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close