Fit

Obat Covid-19 buatan Rusia Avifavir dapat izin BPOM, siap edar di RI

Obat covid-19 buatan Rusia Avifavir, jadi obat covid pertama di Rusia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akhirnya menerbitkan surat izin penggunaan darurat terhadap obat Covid-19 Avifavir.

Seperti diketahui, Avifavir merupakan salah satu obat covid-19 yang direkomendasikan BPOM. Hal itu dibenarkan Juru Bicara Vaksinasi BPOM Lucia Rizka Andalusia.

Ia mengatakan BPOM telah menerbitkan EUA untuk produk tersebut.

“Betul, BPOM telah menerbitkan EUA untuk produk dimaksud (Avifavir),” katanya dilansir ANTARAnews Kamis 25 Maret 2021.

Obat
Obat. Photo: Pixabay

Lebih lanjut terkait obat tersebut Lembaga Investasi Rusia atau Rusian Direct Investment Fund (RDIF) dan Grup ChemRar menyampaikan bahwa BPOM telah melakukan registrasi terhadap Avifavir.

Obat Covid-19 buatan Rusia itu berbasis Favipiravir. Obat antiinfluenza itu dikembangan Jepang sejak 2014.

Terkait izin vaksin yang dikeluarkan BPOM untuk Avifavir, Direktur RDIF Kirill Dmitriev mengapresiasi BPOM karena mendaftarkan Avifavir tanpa uji klinis tambahan.

“Para ahli di Indonesia telah menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap Avifavir, yang didaftarkan tanpa uji klinis tambahan di negara tersebut,” kata dia, dilansir media Rusia RBTH, Selasa 23 Maret 2021.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa meski Avifavir punya izin sebagai obat covid-19, namun obat ini hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dan diberikan sesuai resep dokter.

Dalam surat izin yang diberikan BPOM, disebutkan bahwa penggunaan darurat obat Covid-19 Avifavir diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang yang berusia 18 tahun atau lebih.

Kemudian, obat Covid-19 Avifavir berupa tablet salut selaput yang dibuat dan dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan dari Chemical Diversity Research Institute, Khimki, Federasi Rusia dan hasil kerja sama Chemrar Group dengan RDIF.

Ilustrasi botol vaksin Covid-19. Foto: WFAA-TV
Ilustrasi botol vaksin Covid-19. Foto: WFAA-TV

Sementara itu dilansir Kompas, dalam siaran persnya RDIF menyebut obat buatan Rusia Avifavir telah terdaftar di Indonesia dengan prosedur yang dipercepat berdasarkan data yang diperoleh selama uji coba klinis fase II-III.

Uji klinis Avifavir dilakukan dengan melibatkan 460 pasien dan sesuai dengan aturan GCP (good clinical practice, standar kualitas uji klinis internasional yang melibatkan subjek manusia).

Uji klinis mulai dilakukan April sampai September 2020 di 30 fasilitas khusus di seluruh Rusia.

Hasil penelitian menunjukkan, efisiensi Avifavir cukup tinggi dalam pengobatan pasien yang terinfeksi virus corona. Obat ini memiliki efikasi mencapai lebih dari 80 persen.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close