Unik

Ogah nyerah sama PPKM, Mojosemi Forest Park bikin wisata virtual via Zoom

Perpanjangan pemberlakuan masa PPKM level 3-4 hingga 2 Agustus 2021 membuat sektor pariwisata terpukul dan banyak yang menyerah karena harus ditutup sementara. Namun tidak demikian dengan Mojosemi Forest Park di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang terus berinovasi di tengah keadaan yang serba sulit.

Salah satu inovasi yang digulirkan adalah dengan membuat Wisata Virtual Mojosemi. Para pengunjung tetap bisa menikmati berwisata edukasi secara virtual dengan tetap di rumah saja melalui aplikasi Zoom.

Dilaksanakannya program ini sebagai upaya manajemen untuk tetap eksis menyiasati kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, terutama berkaitan dengan berbagai kebijakan pembatasan yang diambil oleh pemerintah guna menekan laju penyebaran virus corona.

“Secara karakter tempat wisata kami punya wahana special yakni dinosaurus park. Ini kami jadikan materi untuk wisata berbasis edukasi tentang dinosaurus dan juga hutan. Alhamdulillah responnya bagus,” ujar Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Kreatif Mojosemi Forest Park Honggo Utomo, seperti dilihat Hops.id di kanal YouTube JTV, Selasa (27/7/2021).

Dikatakan Honggo, peminat wisata virtual ini terbilang besar. Bahkan dari negara asing yakni Kuwait juga hadir dalam wisata virtual ini.

Suasana wisata virtual via Zoom di Mojosemi Forest Park. Foto: tangkapan layar kanal YouTube JTV
Suasana wisata virtual via Zoom di Mojosemi Forest Park. Foto: tangkapan layar kanal YouTube JTV

“Ini berbayar murah saja. Untuk satu akun Zoom kami tarik bayaran Rp10 ribu. Dari 50 tiket akun Zoom berbayar, terisi 45,” tutur Honggo yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Mojosemi Forest Park.

Selain menyajikan kemasan tayangan wisata virtual, Mojosemi Forest Park melalui Dinosaurus Park – nya mengombinasikan petualangan, penjelajahan, sekaligus interaksi langsung dengan para peserta wisata virtual.

Honggo memaparkan, dirinya memiliki impian besar untuk bisa memberikan edukasi khususnya bagi anak-anak di masa pandemi, yang harus menjalani proses belajar mengajar secara daring. Wisata Virtual Mojosemi Dinosaurus Park ini diharapkan bisa menjadi teman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak yang saat ini harus bergelut dengan gadget.

Harapkan pendampingan Kemenparekraf

Dipaparkan Honggo, sedikitnya wahana wisata berbasis dinosaurus di Indonesia, justru dijadikan peluang oleh tim kreatif Mojosemi Dinosaurus Park untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui virtual ke wilayah-wilayah yang belum terjamah wahana wisata yang bertemakan dinosaurus, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Suasana wisata virtual via Zoom di Mojosemi Forest Park. Foto: tangkapan layar kanal YouTube JTV
Suasana wisata virtual via Zoom di Mojosemi Forest Park. Foto: tangkapan layar kanal YouTube JTV

Jika pun nanti tempat wisata sudah kembali dibuka, maka wisata virtual ini digagas untuk tetap ada. Ini dikarenakan layanan wisata virtual ini terbilang murah dan bisa menjangkau wilayah luas tanpa terbatas jarak dan waktu.

Kendati demikian, Honggo juga mengaku, ada sejumlah kendala yang harus dihadapi untuk mengembangkan Wisata Virtual Mojosemi Dinosaurus Park ini, antara lain perihal peralatan dan adaptasi proses penggarapan pertunjukan.

“Kami ‘dipaksa’ untuk beradaptasi dalam konteks online atau dunia digital. Ini kami dituntut untuk bisa menyajikan sesuatu yang benar-benar membawa sensasi tersendiri bagi penonton yang dirumah,” tutur Honggo.

Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Kreatif Mojosemi Forest Park Honggo Utomo. Foto: Tangkapan layar kanal YouTube JTV
Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Kreatif Mojosemi Forest Park Honggo Utomo. Foto: Tangkapan layar kanal YouTube JTV

Lebih lanjut dikatakan Honggo, wisata virtual ini sebenarnya sudah beberapa bulan lalu dihembuskan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Namun menyajikan wisata virtual ini tidaklah mudah.

Terdapat banyak kendala, misalnya, tak semua tempat wisata memiliki SDM yang paham akan dunia digital. “Kalau kemudian pemerintah sebagai pemangku kepentingan yang paling atas mau menggalakkan konsep wisata virtual ini, seyogyanya ada proses pendampingan, sebab tidak mudah beradaptasi dari tradisi offline ke online,” papar Honggo.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close