Trending

Mengenal jenis oksigen selam, bisakah untuk kebutuhan medis?

Oksigen saat ini menjadi barang langka yang banyak diburu para pasien positif covid-19. Meski di pasaran terdapat beberapa jenis oksigen salah satunya oksigen selam yang ternyata berbeda dengan jenis oksigen untuk medis.

Meski secara harfiah keduanya sama menggunakan nama oksigen, namun kandungan oksigen yang digunakan untuk selam atau oksigen yang terdapat pada tabung scubatank berbeda dengan tabung oksigen O2 untuk kebutuhan medis.

Menurut Diver SSI Ivan Yunathan perbedaan oksigen selam dengan medis sangat jauh, dan oksigen scubatank sendiri tidak bisa digunakan untuk kebutuhan medis.

Oksigen selam
Oksigen selam Nadipati dive center

Dijelaskannya, Gas yang digunakan untuk menyelam merupakan udara bertekanan tinggi. Komposisinya sendiri dibuat layaknya manusia menghirup oksigen di darat 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen dan sisanya gas lain.

Dengan perpaduan antara Nitrogen, oksigen dan gas lain, kemudian dipampatkan ke dalam scubatank dengan tekanan 3000 psi atau 200 bar.

“Campuran dan teknanan yang terdapat pada oksigen selam itulah yang berbeda dengan jenis oksigen medis yang di dalam tabungnya menggunakan O2 murni.” Katanya kepada Hops.id Minggu 18 Juli 2021.

Pandemi covid-19 India
Pandemi covid-19 India

Tabung oksigen selam digunakan isi oksigen medis

Meski isi oksigen selam berbeda untuk kebutuhan medis, namun tabung oksigen selam atau scubatank ternyata bisa digunakan mengisi oksigen medis.

Jenis tabung oksigen selam dan medis memiliki kesamaan, tetapi penggunaannya harus disesuaikan jika scubatank akan digunakan untuk oksigen medis

1. Tabung harus lolos uji riksa per 5thn namanya Hidrostatic test

2. Tabung harus lolos visual inspection per 1 thn

3. Tabung harus lolos visual inspection khusus untuk penggunaan O2

4. Valve tabung harus diganti dengan valve yang compatible dengan regulator O2 yang bisa digunakan pasien dan itu pun harus lolos O2-clean dibawah supervisi petugas bersertifikat.

Oksigen
Oksigen Foto: antara

Menurut Ivan, setelah dinyatakan aman, baru bisa diisi oleh Oksigen, itupun perlu diingat Oksigen yang diperjual belikan ada dua peruntukan yakni medis dan industri.

“Potensi bahaya untuk pengisian Oksigen pada tabung selain tabung O2 sangat tinggi. Bila tidak melalui proses O2-cleaned, partikel2 yang terdapat di saluran valve dan tabung plus  senyawa O2  plus tekanan yang menyebabkan panas, merupakan segitiga api yang bisa membuat tabung terbakar dan meledak.” Tutupnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close