Trending

Orang bergelimpangan mirip di Wuhan, cek faktanya

Sebuah foto yang menunjukkan orang bergelimpangan di jalan kembali jadi sorotan. Sebuah akun Facebook bernama Ramli Lea membagikan sebuah foto dengan narasi:

“Maaf menurut pribadi saya sendiri, Percuma di lock down untuk masyarakat yang ada di pulau lombok khususnya bosq gagah yang ada di atas sana. Kalau masih airpot di buka dan pelabuhan, untuk pelabuhan tetap dibuka tapi ada pengecualian khusus untuk angkutan domistik/pangan dan itu pun harus dengan pengawalan yang ketat. Semakin bos-bosq di atas sana menekan rakyat untuk tetap berdiam diri untuk diam di rumah, itu sama halnya bosq yang di atas sana membunuh rakyat anda sendiri, percuma untuk bersosialisai ke rakyat yang di bawah kalau pintu masuk virus tetap terbuka di biarkan begitu saja bebas.

Orang bergelimpangan di jalan
Orang bergelimpangan di jalan. Foto: Youtube

Mari kita berfikir secara logika bosq, apa mungkin rakyat masyarakat terutama yang ada di Lombok tercinta masyarakat sekitar menularankan virus tersebut yang berdiam di lombok kalau bukan datangnya dari seseorang yang datang dari luar daerah?

Saya Rasa bosq yang di atas kursi sana sudah tau jawabanya.

Apa artinya kita menguras air kotoran kalau masih di kencingi trus menerus.

Cobalah untuk mengunci dulu pintu toiletnya agar tidak di masuki orang sampai kotoran air tersebut berhenti mengalir.

Menurut pemikiran saya pribadi, satu satu cara untuk mengatasi pencegahan virus ini adalah meLock down bandara dan tiap tiap pelabuhan untuk sementara waktu, bukan rakyat yang tidak pernah tersentuh virus tersebut yang di korbankan. Pencegahan harus tetap berjalan, tapi sumber penularannya harus di hentikan bosq gagah.

Mohon maaf atas pemahaman dan pemikiran saya yang bodoh dan tidak berpendidikan ini.

 Saya tahu anda di atas sana lebih pintar dari saya
Saya hanyalah tengkulak eleh.

SALAM HORMAT BUAT BAPAK GUBERNUR KAMI WABILL KHUSUS DI LOMBOK TERCINTA.”

Foto tidak sesuai konten

Dari hasil penelusuran, Apa yang diunggah Ramli Lea merupakan Konten yang salah. Ini terjadi ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.

Baca juga: 5 Ribu lebih kasus, dokter sebut RI baru lewati fase awal COVID-19

Foto yang dia tampilkan melengkapi narasinya sebenarnya merupakan foto yang dipotret oleh fotografer Kantor Berita Reuters Kai Pfaffenbach. Foto itu merupakan proyek seni mengenang korban kamp konsentrasi Nazi “Katzbach” pada 24 Maret 2014.

Dalam laman Reuters dijelaskan:

“Orang-orang berbaring di zona pejalan kaki sebagai bagian dari proyek seni untuk mengenang 528 korban kamp konsentrasi Katzbach Nazi, di Frankfurt (Jerman),  24 Maret 2014. Para tahanan di kamp konsentrasi Katzbach, bagian dari bekas pabrik industri Adler, dipaksa melakukan mars kematian ke kamp konsentrasi Buchenwald dan Dachau pada 24 Maret 1945. Sekitar 528 korban Katzbach dimakamkan di pemakaman pusat Frankfurt. REUTERS / Kai Pfaffenbach. 

Sebelumnya, foto yang sama sempat juga diunggah dengan narasi bahwa mayat yang terlihat dalam foto adalah warga Wuhan, China yang terkapar akibat COVID-19. (Reinardo Sinaga)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close