Trending

Ormas Islam bubarkan pertunjukan seni hingga ludahi wanita, mantu Jokowi langsung ‘dicolek’

Pertunjukan kesenian jaran kepang alias kuda kepang yang digear di salah satu sudut Kota Medan, Sumatera Utara, dibubarkan oleh sekelompok orang dari sebuah ormas Islam.

Dalam video yang beredar di jagat maya, terlihat sekelompok orang mengenakan baret merah dan seragam hitam bertuliskan ‘Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan’, serta ‘Laskar Khusus Umat Islam FUI SU’. Mereka membubarkan pertunjukan kuda kepang lantaran dinilai sebagi tindakan yang musyrik.

“Setan lah yang kalian puja-puja itu, kesyirikan yang disebar ke mana-mana,” ucap salah satu anggota ormas dalam video itu, dilihat Hops.ID pada Kamis 8 April 2021.

“Syirik itu, bubar-bubar,” kata seorang anggota yang lainnya.

Tak terima pertunjukan seninya dibubarkan begitu saja, terdapat satu orang wanita yang melawan. Ia berontak dan menyebut kuda kepang itu bukanlah sebuah tindakan syirik melainkan hanya sebuah hiburan saja.

“Itu cuma untuk hiburan, aku warga sini. Itu pesta, pesta,” kata seorang perempuan berbaju hijau.

FUI bubarkan pertunjukan kuda kepang. Foto: YouTube Thohen Singobarong
FUI bubarkan pertunjukan kuda kepang. Foto: YouTube Thohen Singobarong

Namun demikian, yang mengejutkan, terdapat satu orang anggota ormas yang maju dan langsung meludahi warga yang melawan. Alhasil, keributan makin menjadi-jadi, kerusuhan tak terelakkan.

“Kamu ludah ya, ludah ya,” kata warga yang berada di situ.

Mendengar kabar demikian, di mana terdapat warga yang melakukan pertujukan seni tapi malah dibubarkan dan dituding musyrik, pegiat media sosial, Denny Siregar pun buka suara.

Dalam tulisannya, Denny Siregar langsung ‘menyolek’ mantu Jokowi, Bobby Nasution, yang sekaligus merupakan Wali Kota Medan saat ini.

Denny mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan. Karena jika dibiarkan, maka orang-orang tersebut akan merasa menang.

Ini di Medan. Gimana nih, mas Bobby ? Kalau dibiarkan, orang2 seperti ini merasa kalo mereka menang,” kata Denny Siregar di Twitter miliknya.

Sudah diselidiki polisi

Kekinian, kasus tersebut tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Menurut polisi, kedua kubu baik dari ormas Forum Umat Islam (FUI) maupun dari pihak kuda kepang saling lapor. Sejauh ini, sudah ada 15 orang yang diperiksa terkait kasus tersebut.

Garis polisi
Garis polisi. Foto Instagram @jeffry_burhanbros

“Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa,” jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, dilansir Detik.

Lebih lanjut, Budiman juga membantah pernyataan Ketua FUI Sumatera Utara, Indra Suheri yang mengatakan bahwa FUI melakukan pembubaran atas perintah kepala lingkungan (kepling) tempat kuda kepang itu digelar.

Budiman menjelaskan, kepala lingkungan harusnya berkomunikasi bukan dengan FUI, melainkan dengan kelurahan, jika ingin melakukan pembubaran semacam itu.

“Kalau kepling pasti tahu kalau minta membubarkan kegiatan begitu dia sama siapa. Kan bukan di bawah FUI dia kepling itu, kepling di bawah kelurahan, masa ke FUI, dari mana jalannya?!” kata Budiman.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close