Trending

PA 212 tak main-main bakal serang Anies soal reklamasi kalau…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini menerbitkan Keputusan Gubernur nomor 237 tahun 2020, tentang reklamasi wilayah Ancol dan Dufan seluas 155 hektare. Kepgub itu mengizinkan dua tempat yang ternyata merupakan lokasi pulau L dan K untuk direklamasi.

Diketahui, Anies mencabut 11 izin pulau reklamasi yang diberi izin oleh mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada tahun 2018 lalu dan dua di antaranya adalah pulau K dan L. Dengan penerbitan Kepgub ini, Anies diduga ingin kembali melanjutkan proyek reklamasi Ahok.

Baca juga: 5 Bau aneh yang justru banyak disukai orang Indonesia

Persatuan Alumni atau PA 212 menyatakan mendukung rencana perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang dilakukan Anies. Namun jika proyek ini ternyata sama dengan reklamasi Teluk Jakarta di era mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, maka PA 212 akan menentangnya.

Hal itu disampaikan Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Kata dia, Anies memiliki tujuan positif dalam proyek ini. Kendati dia tidak mengetahui kalau reklamasi yang akan digenjot Anies punya lokasi yang sama dengan zaman Ahok.

Aksi 212. Foto: Istimewa.
Aksi 212. Foto: Istimewa.

“Oh enggak tahu kalau itu sama ya,” ujar Bernard disitat Suara, Sabtu 4 Juli 2020.

Ia lantas menyatakan akan menolak jika memang perluasan Ancol sama dengan reklamasi Teluk Jakarta era Ahok. Menurutnya pembangunan pulau buatan itu tak boleh lagi dilanjutkan.

“Kita enggak mendukung kalau itu melanjutkan yang dikerjakan Ahok sebelumnya. Kita enggak mendukung,” katanya.

Namun jika ternyata berbeda, maka ia akan mendukung rencana Anies menjalankan rencananya. Menurutnya perluasan Ancol bisa memberi dampak positif khususnya pada sektor pariwisata.

“Kita serahkan lagi kembali kepada pak Anies. Kalau demi kebaikan dan kemaslahatan warga Jakarta ya silakan saja,” katanya.

Museum Nabi Muhammad

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol (PT PJA) mengakui akan melakukan perluasan area dalam jangka pendek dan panjang.

Salah satu proyeksinya adalah membangun masjid apung di atas laut dan pembangunan museum Nabi Muhammad pertama di luar Arab Saudi.

“Seperti penataan area pantai ‘Symphony of The Sea’ yang progress-nya sudah bisa dilihat untuk area stone, pembangunan Masjid Apung, dan lain-lain,” kata Department Head Corporate Communications PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari, disitat CNN.

Dalam jangka panjang, PT Pembangunan Jaya Ancol juga bakal membangun wahana laut dan fasilitas meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) dalam rencana reklamasi tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika meninjau penyegelan di salah satu pulau reklamasi Teluk Jakarta. Foto: Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika meninjau penyegelan di salah satu pulau reklamasi Teluk Jakarta. Foto: Antara

Proyek tersebut berbeda dengan proyek jangka pendek pembangunan masjid dan museum Nabi. “(Rencana pengembangan wahana laut dan MICE) terpisah. Dalam masa pandemi ini, kami akan berkonsentrasi pada pengembangan jangka pendek,” kata Rika.

Sementara itu, PP Muhammadiyah mendukung dibangunnya Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, di lokasi reklamasi Ancol, Jakarta Utara. Menurutnya, museum bisa menjadi tempat sarana pendidikan Islam.

“Sangat mendukung pembangunan museum Rasulullah. Museum adalah bagian penting dari sejarah umat Islam dan perjuangan Rasulullah,” Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Kata dia, museum yang akan dibangun harus menjadi area publik. Selain itu, dia berharap, museum bisa menarik wisatawan manca negara. Tak masalah soal lokasi museum adalah area reklamasi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close