Trending

Padahal belum lama ketemu Prabowo, Menhan AS dipecat Trump, apa salahnya?

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Mark Esper secara tiba-tiba dipecat Presiden AS Donald Trump. Menariknya, pemberitahuan ini disampaikan Donald Trump melalui akun media sosial Twitter-nya, @realDonaldTrump.

Esper yang dicopot, kemudian diganti oleh Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional, Christopher C Miller. “Mark Esper telah diberhentikan,” cuit Trump dalam media sosialnya.

Baca juga: Sosok pejabat pertama yang temui Habib Rizieq, masih orang dekat

Tentu publik penasaran bukan, mengapa Menhan AS dipecat oleh Trump. Padahal, dia ketahui belum lama ini bertemu dengan Menhan RI Prabowo Subianto.

Disitat CNBC, Selasa 10 November 2020, pemecatan ini dilakukan pasca kerusuhan terjadi selama berbulan-bulan di AS. Sebelumnya kematian warga kulit hitam George Floyd oleh polisi telah membuat protes di sejumlah kota di negara bagian, yang menyuarakan keadilan ras di AS.

Langkah ini juga terjadi di tengah penolakan Trump pada hasil Pemilihan Umum Presiden (Pemilu) AS. Menariknya, dari informasi yang didapat dari seorang pejabat administrasi Trump, kemungkinan akan ada pemecatan lain, yang bakal dilayangkan pada pejabat FBI dan CIA.

Menhan AS yang dipecat pernah tolak perintah Trump

Dalam rekam jejaknya, rupanya Menhan AS yang dipecat ini pernah menolak perintah Trump. Ini terjadi pada Juni lalu, terkait dengan penerapan UU gawat darurat di AS. Di mana UU ini memungkinkan Trump mengerahkan militer aktif AS untuk menangani kerusuhan sipil yang terjadi akibat kematian George Floyd.

“Saya mengatakan ini tidak hanya sebagai Menteri Pertahanan, tetapi juga sebagai mantan tentara dan mantan anggota Garda Nasional, pilihan untuk menggunakan pasukan aktif dalam peran penegakan hukum seharusnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir.”

Donald Trump. Foto: foter.com
Donald Trump. Foto: foter.com

“Dan hanya dalam situasi yang paling mendesak dan mengerikan. Kami tidak berada dalam salah satu situasi itu sekarang,” kata Esper ketika itu ke wartawan.

Namun beberapa jam kemudian, Sekretaris Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan Trump memiliki otoritas tunggal untuk melakukan langkah itu. Bahkan, wanita itu mengatakan Trump kehilangan kepercayaan kepada Esper yang notabene bekas Sekjen Angkatan Darat AS itu.

Belum lama bertemu Prabowo

Pada pertengahan Oktober lalu, Menhan AS Esper melakukan pertemuan dengan Menhan RI Prabowo Subianto. Ketika itu, dia mengundang dia ke Pentagon.

Dalam pertemuan tersebut kedua menteri membahas mengenai keamanan kawasan, prioritas pertahanan bilateral, dan akuisisi pertahanan.

Esper mengungkapkan mengenai pentingnya menegakkan hak asasi manusia, supremasi hukum, dan profesionalisasi saat kedua negara memperluas keterlibatan mereka.

Sedangkan Prabowo menyampaikan pentingnya keterlibatan militer di semua tingkatan, dan menyampaikan apresiasi atas dukungan AS untuk modernisasi pertahanan Indonesia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto Instagram @kemenhanri

Keduanya pun menyampaikan harapan untuk meningkatkan kegiatan military-to-military bilateral dan bekerja sama dalam keamanan maritim.

Tak hanya itu, kedua menteri juga menandatangani Memorandum of Intent (MoI) untuk upaya memulai kembali Defense Prisoner of War/Missing in Action Accounting Agency.

Hal ini dilakukan untuk memulai kembali pekerjaan AS di Amerika untuk menemukan kembali personel AS yang hilang di Indonesia saat Perang Dunia II.

Seusai pemecatan ini, tentu banyak penasaran, bagaimana dengan kebijakan yang sudah dibicarakan keduanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close