Trending

Hukum menggunakan softlens & cairan infus, bisa batalkan puasa?

Bagi para wanita mungkin banyak yang ragu terhadap hukum menggunakan softlens di bulan ramadan, bisa membatalkan puasa atau tidak. Pasalnya untuk menggunakan softlens perlu meneteskan cairan agar tidak kering.

Penggunaan softlens sendiri ada dua kebutuhan yakni sebagai hiasan atau kebutuhan alat bantu penglihatan yang sering dijadikan sebagai pengganti kaca mata. Namun kedua kebutuhan tersebut, dinilai memiliki hukum yang sama saat digunakan saat bulan ramadan.

Terkait penggunaan softlens saat bulan ramadan, ustad Nazmi menjelaskan dalam beribadah kita diperintahkan untuk menggunakan pakaian terbaik, atau dalam hal ini berhias. Pengertian tersebut terdapat dalam surat al-A’raf ayat 31 yang artinya “Hai bani Adam, ambilah pakaian terbaikmu ketika menuju masjid.”

Baca Lainnya

  • Penggunaan softlens Foto: Halodoc

    Dengan demikian penggunaan softlens oleh para wanita dinilai sebagai alat menghias diri agar selama menjalankan ibadah ramadan, kita tidak terlihat kurang berias seperti hari biasanya. Maka diperbolehkanlah penggunaan softlens selama bulan ramadan.

    Terkait hal tersebut, menurut ustad Nazmi juga bisa di ibarah atau dinisbahkan dalam peristiwa dimana istri rasulullah juga pernah menggunakan celak mata atau dikenal sebagai eye liner untuk berhias dan mempercantik dirinya.

    Dalam penggunaan celak mata tersebut, terdapat bahan yang masuk ke mata dan hal tersebut tidak dipermasalahkan secara hukum penggunaannya oleh wanita di bulan ramadan.

    Penggunaan softlens Foto: Alodokter

    Hukum penggunaan Softlens di bulan ramadan dalam mahzab Umam Safi’i dan Hanafi dinilai tidak membatalkan puasa bagi yang menggunakan, meski memasukkan cairan ke dalam mata.

    “Meski demikian aturan penggunaan softlens sendiri disarankan penggunaannya saat qoblal zawal atau sebelum dzuhur, mulai dari matahari terbit.” Ungkap ustad Nazmi dalam channel youtube seperti dilansir Hops.id Rabu 6 Mei 2020.  

    Baca juga: Wanita dengan bibir dower sedunia, seksi atau jelek?

    Dengan demikian cairan softlens yang berfungsi membuat mata tidak kering saat di teteskan ke mata dinilai tidak membatalkan puasa. Dan penggunaan softlens sendiri boleh dilakukan wanita selama bulan ramadan.

    Karena cairan yang terdapat pada softlens dinilai sebagai syifa atau obat yang bisa mencegah mata kering saat penggunaan softlens. Terlebih Softlens yang digunakan selain untuk berhias, menjadi kebutuhan pendukung sebagai alat bantu baca.

    Oleh karenanya, cairan yang masuk sebagai Syifa tersebut boleh diteteskan ke mata dan tidak akan membatalkan ibadah puasa pemakainya.

    Ilustrasi infus Foto:Alodokter

    Cairan yang membatalkan puasa

    Keraguan terhadap cairan yang masuk ke dalam tubuh juga sering menjadi pertanyaan umat muslim yang menjalankan puasa ramadan. Karena selama berpuasa tidak diperbolehkan apapun masuk ke dalam tubuh.

    Puasa mensyaratkan tidak boleh ada satupun benda berwujud yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, telinga, dubur dan kemaluan. Jika merujuk pada ketentuan ini, infus sepintas tidak berpotensi membatalkan puasa.

    “Terdapat dua cairan yang bisa membatalkan ataupun tidak membatalkan ketika dimasukkan dalam tubuh. Cairan yang bisa membatalkan puasa yakni memiliki nutrisi sedangkan yang tidak membatalkan yakni cairan yang digunakan sebagai obat,” jelas ustad Nazmi.

    Ilustrasi suntik Foto: Dokter.id

    Salah satu cairan yang membatalkan puasa yakni ketika muslim tengah mengalami sakit dan membutuhkan nutrisi makanan di dalam tubuh, maka suplai makanan tersebut biasanya diberikan dalam bentuk cairan infus. Cairan inilah yang masuk kategori membatalkan puasa karena bisa menyegarkan dan memberikan nutrisi ke dalam tubuh.

    Sedangkan cairan yang tidak membatalkan yakni, cairan yang disuntikkan karena seseorang tengah mengalami sakit demam, panas dan jenis penyakit lain yang diharuskan mendapatkan cairan obat yang disuntikkan ke dalam tubuh.

    “Cairan yang disuntikkan ketika sakit tanpa memiliki kandungan nutrisi tentu tidak membatalkan, karena cairan tersebut sebagai Syifa atau obat yang dibutuhkan tubuh,” pungasnya.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close