Trending

Sudah wawancara langsung saksi-saksi, pakar bocorkan pembunuh Subang adalah…

Usai lebih dari sebulan kejadian, kasus pembunuhan Subang belum juga menemui pelaku. Bahkan, kini pakar mulai menyebut jika kasus Subang lebih rumit dari kasus kopi Vietnam sianida yang menggegerkan Indonesia pada awal Januari 2016 lalu.

Hal ini disampaikan psikolog dan pakar mikro ekspresi Poppy Amalya mendatangi sejumlah saksi dari kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Poppy mengatakan kasus ini lebih rumit jika dibandingkan dengan kasus sianida yang pernah dia tangani dan dampingi keluarganya. Lantas apa kata dia?

“Kalau kesulitannya untuk mengungkapkan adalah pencarian bukti-bukti, kemudian juga harus disinkronkan, enggak bisa sembarangan,” katanya dikutip Kompas TV, Selasa 21 September 2021.

Pensinkronan yang dimaksud adalah, semua hal keterangan saksi, A, B, C, dan sebagainya sehingga menjadi tepat dalam rangkaian dan urutan kejadian. Ini penting agar Polisi bisa tepat dalam menetapkan tersangkanya.

Pakar dorong Polisi temukan bukti Subang

Ini, kata pakar tersebut juga sejalan dengan semangat Polisi yang ingin membongkar kasus Subang dengan pendekatan bukti, bukan pengakuan. Karena bukti itulah, maka Polisi perlu bekerja keras untuk mencari semua hal yang ada.

“Saya enggak tahu apa yang terjadi di TKP, siapa yang lihat, itu semua minim banget. CCTV juga sebelumnya tidak terlihat, termasuk sidik jari. Berarti kini DNA-nya, sebab kalau salah ambil kesimpulan, bisa membahayakan Polisi,” katanya.

Dia sendiri mengaku sudah mewawancarai para saksi di kasus pembunuhan Subang. Dan hasilnya, dia meyakini kalau pembunuhnya adalah orang dekat.

Ilustrasi sosok wanita. Foto: Ist.
Ilustrasi sosok wanita. Foto: Ist.

“Suspectnya yang bolak-balik masuk, yang sering ke situ. Orang terdekat ini sebenarnya bisa macam-macam, karena bisa dari keluarga, teman dekat, sahabat dekat, dan dia yang kenal secara personal,” katanya.

Bedakan kasus kopi sianida

Pakar yang kini tertarik menangani kasus Subang itu mengaku pembunuhan ini memang sangat rumit. Bahkan lebih susah dari kasus kopi sianida.

“Kalau sianida yang sempat saya handel dan bantu keluarga itu, saksinya banyak, CCTV ada. Bahkan orangtua korban sampai ke Australia untuk membedah CCTV sampai ngezoom 32 kali.”

Sementara untuk kasus pembunuhan Subang, sangat menjelimet. Karena bukti sangat minim, termasuk rekaman CCTV.

Ilustrasi CCTV. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi CCTV. Foto: Shutterstock.

“Lah ini lebih parah lagi, menurut saya lebih ngejelimet. Bingung enggak pada tahu. Makanya Polisi enggak boleh asal, dan super ekstra melakukan pelacakan, sampai semua alat dikerahkan. Tapi saya yakin moga-moga Polisi bisa membongkar kasus ini. Saya yakin,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close