Trending

Pakar forensik ungkap ciri-ciri baru pembunuh Tuti-Amel, kini makin jelas

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel mengaku terus mengikuti kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat. Bahkan, dia diyakini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku di balik kasus tersebut.

Diketahui, sebelumnya seorang wanita misterius kedapatan membuang bungkusan mencurigakan ke tong sampah di dekat rumah korban. Publik berspekulasi, sosok tersebut merupakan pembunuh Tuti-Amel yang berusaha menghilangkan jejak.

Muslima Fest

Namun, Reza yakin, wanita tersebut bukan pelaku pembunuhan yang selama ini dicari-cari polisi. Sebab, menurut pengamatannya, ciri-ciri pelaku adalah seorang pria, bukan wanita. Hal tersebut bisa terlihat melalui bukti-bukti yang ditemukan polisi.

“Kedua almarhumah ini ada di dalam mobil kan. Saya tak berpikir seorang perempuan memiliki cukup tenaga untuk mengangkat tubuh korban dalam situasi sedemikian rupa di bagasi kendaraan tanpa busana,” ujar Reza melalui program Apa Kabar Indonesia Malam (AKIM), dikutip Senin 20 September 2021.

“Kemudian juga membuat TKP seakan-akan rusak, berantakan, kemudian korban dihabisi dengan cara dipukul kepalanya. Sekali lagi, saya tak bisa membayangkan bahwa ada perempuan yang punya kendali diri sedemikian hebat, plus mengangkut korban artinya punya fisik di atas rata-rata,” lanjutnya.

Lokasi depan rumah Tuti dan Amalia, korban pembunuhan dalam Alphard di Subang. Foto: Istimewa
Lokasi depan rumah Tuti dan Amalia, korban pembunuhan dalam Alphard di Subang. Foto: Istimewa

Pakar forensik ragu polisi mampu ungkap pembunuh Tuti-Amel?

Lebih jauhm Reza memastikan, berdasarkan teori, seharusnya pembunuh bisa terungkap dalam waktu 48 jam setelah jasad korban ditemukan. Sebab, jika lebih dari itu, penyelidikan sudah tak murni lagi, alias terkontaminasi dengan opini publik.

“Saya tentu saja menyemangati pihak kepolisian menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Tetapi kalau hitung-hitungan di atas kertas atau teori, dalam pengungkapan kasus pembunuhan itu masa krusialnya 48 jam. Kalau lewat, masa krusial itu terlampaui, sehingga pengungkapannya menjadi pelik,” tegasnya.

Brigjen Andi Rian tutun gunung kawal kasus pembunuhan Subang
Brigjen Andi Rian tutun gunung kawal kasus pembunuhan Subang. Foto Humas Polri

Meski demikian, teori tersebut tak benar-benar mutlak. Sebab, setiap kasus pembunuhan memiliki kompleksitas masing-masing.

“Namun setiap kasus pembunuhan pasti punya kompleksitasnya masing-masing,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close