Trending

Pakar intelijen bicara 5 menteri yang berpeluang dicopot Jokowi

Pakar intelijen Indonesia Stanislaus Riyanta angkat bicara soal prediksi reshuffle menteri kabinet yang diperkirakan bakal dilakukan Presiden Jokowi. Menurut dia, kemungkinan akan ada sejumlah menteri yang dicopot Jokowi pada awal 2021 mendatang.

Setidaknya ada sejumlah menteri yang diperkirakan bisa terdepak dari posisinya. Hal ini, berkaitan dengan kinerja.

“Prediksi saya memang akan ada reshuffle berbarengan dengan penggantian Kapolri dan Panglima TNI. Jadi pada awal-awal 2021,” katanya disitat saluran Youtube Tagar TV, Kamis 25 Juni 2020. Lantas, siapa saja mereka?

5 menteri paling aman

Sebelum bicara lima menteri yang berpeluang dicopot Jokowi, Riyanta terlebih dahulu membahas kinerja menteri yang kira-kira paling aman.

Kata dia, menteri pertama yang paling aman adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Maritim dan Investasi. Dia dinilai tak tergantikan lantaran dianggap sebagai orang kepercayaannya Jokowi.

“Kemudian menteri kedua aman lainnya Menkopolhukam Mahfud MD, saya kira aman. Lalu (ketiga) Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) akan aman saya kira. (Keempat) Pak Prabowo (Menteri Pertahanan) aman. Pak Pratikno (Mensesneg) juga saya kira sangat aman, orang dekat dengan Jokowi.”

Menurut dia, diprediksi Jokowi tidak sekadar melakukan reshuffle kabinet begitu saja, dengan pendekatan kinerja. Sebab, Jokowi juga dikenal sangat memperhatikan stabilitas politik.

Kabinet Indonesia Maju. Foto: Suara.
Kabinet Indonesia Maju. Foto: Suara.

Artinya apabila ada menteri yang kurang performanya, bisa jadi akan dirangsang dengan sejumlah metode, seperti penambahan wakil menteri, staff dan sebagainya. Atau disuruh mengikuti program kerja.

“Cuma memang faktor politik ini sangat kuat mempengaruhi reshfulle kabinet, apalagi belakangan baru ramai nih soal BUMN, kelihatannya faktor bagi-bagi kursi ini juga menjadi salah satu pertimbangan presiden untuk menentukan siapa yang akan jadi orang terdekatnya,” kata dia lagi.

5 menteri potensial dicopot?

Saat ditanya siapa lima menteri Jokowi yang berpotensial kena copot, Riyanta pertama kali menyebut nama Edhy Prabowo. Menurutnya, Edhy punya potensi digeser atas sejumlah sikapnya.

Sebabnya, Edhy dinilai sangat berbeda dengan sosok Susi Pudjiastuti, menteri sebelumnya. “Kalau saya melihat dari kegaduhan ya, saya lihat yang kinerjanya kurang maksimal atau perlu ditingkatkan ya supaya dia menjadi aman ya Menteri Kelautan,” katanya.

“Dia kinerjanya perlu ditingkatkan, ketegasannya juga. Saat ini mulai ramai laut China Selatan, mulai ramai kapal-kapal masuk, lobster, benih lobster mau dijual lagi, ini kan gaduh ya.”

“Banyak yang kecewa ya Bu Susi diganti, saya juga termasuk yang kecewa. Tapi pertimbangan macam-macam ya. Maka itu, Menteri Kelautan saya kira perlu di-speed up lagi, diberi kewenangan supaya tegas lagi.”

Nama kedua yang dianggap berpotensial kena reshuffle kabinet adalah Menteri Agama Fachrul Razi.

Kata dia, Menteri Agama ini cukup menjadi pertanyaan juga karena statemen-statemennya pada pertama kali yang cukup membuat gaduh.

PresidenJoko Widodo
PresidenJoko Widodo. Photo: Instagram

“Mungkin karena beliau itu dari militer, blak-blakan, tegas. Kan kita tidak bisa bicara soal ideologi, agama, dengan tegas ya. Tapi sebetulnya dia sudah belajar dengan cepat. Tetapi dia memang belum banyak tampil di media, karena mungkin adanya covid-19 ini ya. Menjai catatan saja.”

Riyandi kemudian tidak melanjutkan siapa saja nama menteri lainnya yang berpotensi kena reshuffle kabinet

Terawan, Nadiem, Wishnutama?

Lalu, bagaimana dengan Menteri Kesehatan Terawan, Menteri Pendidikan Nadiem Makariem, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kasubandio? Apakah masuk dalam gerbong reshuffle? Analisanya bagaimana?

Kata Riyanta sebenarnya Terawan sudah bekerja secara on the track. Cuma, memang belakangan tekanan publik kian deras padanya.

Selain itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memang dikenal menentang Menteri Terawan sejak awal. “Ya kalau ini masalah style, kalau saya lihat ya. Terawan ini saya lihat cukup baik, cuma memang ada pertentangan beliau saat masuk pertama kali.”

“Beliau kebetulan memang seorang dokter militer, yang mungkin memang tidak seperti dokter-dokter lain, berorganisasi di IDI dan lain-lain.”

Apakah pembentukan gugus tugas jadi simbol ketidaksukaan Jokowi dengan Terawan, Riyanta mengatakan tidak demikian. “Oh tidak, saya lihat ini kan masalahnya menjadi pandemi. yang tidak cukup digarap oleh Dokter Terawan saja? Karena Gugus Tugas punya kewenangan mengkoordinasi antar kementerian. Kalau dipegang hanya oleh Menteri Kesehatan, maka akan kurang maksimal.”

Sementara Nadiem, dinilai sosok menteri pertaruhan Jokowi. Nama Nadiem seolah menabrak tradisi yang selama ini ditempati orang-orang Muhammadiyah.

Soal kinerja, belum bisa diukur. Sebab dia langsung dihadapkan dengan masalah pandemi. Akhirnya dia terpaksa harus menyesuaikan diri dengan pembangunan kebijakan pendidikan berpendekatan pada protokol kesehatan.

“Soal aman enggak aman, tergantung tekanannya saya kira. Kalau tekanannya tinggi bisa jadi enggak aman. Tetapi tidak tinggi bisa aman,” katanya.

Begitupula dengan Wishnutama. Kinerjanya saat ini sulit diukur. Mengingat sektor pariwisata terhenti.

“Tolak ukur pencapaian kinerjanya sulit. Dia akan tertolong jika nanti berhasil membangun sektor pariwisata di era new Normal. Apabila diikuti dengan ekspose media yang memadai, saya kira dia akan berhasil. Tetapi jika tidak dia akan tergusur,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close