Trending

PAN sengaja buang Amien Rais demi merapat ke Istana?

Politisi senior sekaligus pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais seakan di-buang karena tak lagi masuk dalam struktur kepengurusan periode 2020-2025. Posisinya kini sudah diganti dengan orang lain.

Ketua Umum PAN terpilih PAN Zulkifli Hasan mengatakan, posisi Amien Rais yang sebelumnya mendapuk jabatan Ketua Dewan Kehormatan PAN, digantikan Soetrisno Bachir. Sedianya susunan kepengurusan baru ini bakal segera dilantik pada 25 Maret mendatang.

Baca Juga: Rizal Ramli: Angka korban corona di RI lebih besar dari yang diumumkan

“Dewan kehormatan Mas Tris (Soetrisno Bachir), Sekjen Pak Eddy Soeparno, Ketua Bappilu ini (tunjuk Yandri Susanto),” kata Zulkifli di kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, disitat RMOL, Rabu 11 Maret 2020.

Ketika ditanya akan mendapat posisi apa Amien Rais di PAN, Zulkifli Hasan hanya menjawab dia selalu dapat tempat spesial, tanpa merinci jabatan apa yang bakal digenggam. Hal ini yang kemudian dibaca banyak pihak sebagai langkah kesengajaan mem-buang Amien Rais dari PAN. “Pak Amien Rais selalu spesial di PAN,” ujar Zulkifli Hasan.

Yang pasti, usai Kongres V PAN berakhir, kata Zulkifli Hasan, para kader yang sempat terbelah dukungannya, sudah kembali akur. Ia pun meyakini, sudah tidak ada kelompok atau kubu-kubuan di internal PAN. “Enggak ada (kubu-kubuan),” tegasnya.

Diketahui Zulkifli Hasan terpilih jadi Ketua Umum PAN periode 2020-2025 berdasarkan pemilihan dalam Kongres V PAN pada Selasa 11 Februari 2020. Pada pemungutan suara saat kongres yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, Zulkifli Hasan memenangi kompetisi melawan dua pesaingnya, yaitu Mulfachri Harahap dan Dradjad Wibowo.

Sinyal ke Istana?

Sementara itu analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, indikasi Amien Rais termasuk Mulfachri Harahap di-buang dari kepengurusan PAN memang cukup kuat.

Ini sudah terpapar jelas dalam tak tercantumnya nama Amien Rais dalam susunan kepengurusan PAN periode 2020-2025.

“Indikasinya memang (Amien Rais) tidak masuk kepengurusan (PAN), bakal di-buang,” ujar dia.

Soal apa alasannya, Ujang membaca kalau Zulkifli Hasan sepertinya tidak ingin Amien Rais menjadi batu sandungan kepolitikaan PAN pada periode kedua kepemimpinannya, makanya di-buang.

“Batu sandungan itu misalnya PAN akan gabung ke pemerintah yang selama ini mendapat penolakan keras dari Amien Rais,” kata Ujang Komarudin.

Baca Juga: Adian heran dengan kerja Menhan Prabowo: Belum kelihatan

Walau begitu ada dampak negatif jika memang Amien Rais dan Mulfachri Harahap dibuang oleh PAN. Apalagi loyalis Amien Rais dan Mulfachri di PAN masih cukup banyak, bukan tidak mungkin bakal timbul kekuatan baru.

“Tanpa persatuan, partai politik akan susah besarnya. Jadi, jangan sampai penyusunan kepengurusan membuat PAN acak-acakan,” tukas Ujang.

Berikutnya, PAN bakal dianggap ahistoris mengingat Amien Rais adalah ikon partai. Inilah yang kemudian bisa menimbulkan gejolak di internal.

Apalagi belakangan sudah ada embusan bakal ada gerakan Partai PAN Reformasi yang diinisiasi loyalis Amien Rais.

Seperti diketahui, pada Jumat 6 Maret 2020, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan digelar tertutup dari awak media. Namun Zulifli Hasan tak memberi keterangan apapun terkait pertemuan tersebut.

Sementara usai kongres PAN Februari lalu, disitat CNN, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa partai yang dipimpinnya itu harus segera meluruskan diri sebagai partai politik moderat yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta.

Kata Zulkifli, posisi PAN harus dikembalikan ke ‘tengah’, sebab menurutnya PAN kini bergerak ke arah ‘kanan’ pada Pilpres 2019 dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 silam.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close