Trending

Terkuak, pandangan sinis dan rasisme Albert Einstein ke etnis China

Ternyata Albert Einstein perlakukan rasisme ke etnis China. Hal itu terungkap dalam buku hariannya ketika berkunjung ke benua Asia.

Sebagai fisikawan teoretis, nama Albert Einstein diperhitungkan oleh dunia lantaran mampu mengembangkan teori relativitas dan menjadi pilar utama perkembangan fisika modern.

Pria kelahiran Jerman dan keturunan Yahudi ini, kerap menyinggung pandangannya soal kemanusiaan. Bahkan selama hidupnya, ia kerap bergaul dengan tokoh pejuang kemanusiaan seperti Rabindranath Tagore.

Baca juga: Bikin bangga, ini alasan Surabaya menyandang julukan Kota Pahlawan

Namun siapa sangka, ternyata Albert Einstein memiliki sikap rasisme terhadap etnis China. Seperti yang terdapat pada buku harian miliknya ketika berkunjung ke Asia pada awal tahun 1920an.

Disitat dari The Guardian, dalam buku yang diterbitkan oleh Princeton University Press, ia menjelaskan secara rinci isi dari buku harian tersebut. Sikap rasisme itu diungkapkan oleh Einstein dalam perjalanannya ke sejumlah negara di Asia, seperti China, Singapura, Jepang, Hongkong, hingga Palestina.

Saat dalam perjalanan, Einstein menulis pandangannya di buku harian dengan mengelompokkan orang-orang dari berbagai etnis di dunia. Dalam buku yang berisi pandangan hidupnya itu, Einstein yang 20 tahun kemudian menyebut rasisme sebagai “penyakit orang kulit putih” atau Eropa, justru mengatakan bahwa orang China sebagai “pekerja keras yang menjijikkan dan bodoh.”

Albert Einstein. Foto: The Guardian

Bahkan ia tak segan menyebut, kalau orang Cina lebih mirip mesin daripada manusia. “Negara yang seperti kawanan aneh, sering lebih mirip mesin daripada manusia,” tulisnya.

“Akan sangat disayangkan jika orang-orang Cina ini menggantikan semua ras. Untuk orang-orang seperti kami, pikiran tersebut membuat suram,” ujarnya.

Alasan dari pandangan Einstein tersebut, lantaran ia melihat kebanyakan orang-orang China pada saat itu jongkok ketika makan. Hal itu menurutnya mirip seperti orang Eropa ketika buang air di hutan.

“Orang-orang China tak duduk di kursi ketika makan, tetapi jongkok seperti yang dilakukan orang Eropa ketika sedang buang air. Semua ini berlangsung tenang dan hening. Bahkan anak-anak mereka tak bersemangat,” ungkap Einstein dalam buku hariannya.

Pria yang pada akhirnya memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan menjadi Amerika ini pun mempertanyakan daya tarik para kaum hawa di China.

“Saya melihat hanya ada sedikit perbedaan antara lelaki dan perempuan; saya tak mengerti apa daya tarik perempuan-perempuan China yang memukau para lelakinya. Sehingga mereka tak mampu mempertahankan diri dari banyaknya anak yang mereka lahirkan,” tulis Einstein.

Sosok Albert Einstein. Foto: m.sayfamous.com
Sosok Albert Einstein. Foto: m.sayfamous.com

Dalam perjalanannya ke sejumlah negara di Asia, ia juga menyempatkan diri untuk mampir ke negara lainnya di Eropa seperti Spanyol. Diduga, tulisan Einstein di buku harian itu, sengaja ditulis untuk dibaca oleh buah hatinya di Berlin, Jerman.

Editor senior dan asisten direktur pada buku Einstein Papers Project, Ze’ev Rosenkranz menyatakan, buku harian milik Einstein itu memang mengejutkan sejumlah pihak dan membuat etnis China tak nyaman.

“Menurut saya, banyak komentar yang membuat kita merasa tidak nyaman, terutama tentang pandangannya terhadap orang-orang China,” kata Rosenkranz yang menjadi salah satu penyunting buku tersebut.

Terlebih, pandangan Einstein tersebut bertolak belakang dengan pernyataan yang pernah dilontarkannya pada tahun 1946. Pada pidatonya di Pennsylvania Lincoln University. Ia menggambarkan rasisme sebagai “penyakit orang kulit putih”. Anehnya, ia malah memiliki pandangan rasisme tersebut.

“Komentar-komentar itu bertolak belakang dengan pandangan publik terhadap Einstein yang dikenal sebagai ikon kemanusiaan. Menurut saya komentar-komentar itu bertolak belakang dengan pernyataan-pernyataan publik Einstein. Tulisan-tulisan itu memang apa adanya, ia tak pernah berniat mempublikasikannya,” tutur Rosenkranz. (CTH)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close