Lifestyle

Panglima Kumbang blak-blakan soal santet, sebut cara tangkal

Nama Udin Balok atau Panglima Kumbang kembali viral saat pria bertato tersebut menjemput Habib Bahar Smith dari Lapas Gunung Sindur beberapa waktu lalu.

Sosok Udin Balok disebut dekat dengan sejumlah pesohor mulai dari Ahmad Dhani hingga Hotman Paris. Dia juga sempat diundang ke acara yang dipandu oleh Tukul Arwana beberapa tahun silam. Ketika itu, Panglima Kumbang hadir sebagai praktisi supranatural.

Baca juga: Panglima Kumbang yang kawal Habib Bahar tak sembarangan, kebal senjata

Bicara soal santet

Topik acara yang dibahas bikin merinding, seputar santet. Di acara itu, Panglima Kumbang blak-blakan seputar santet. Tukul sebagai pembawa acara bertanya kepadanya, “Apa, sih santet itu dan ada berapa macam ilmu santet?,” dikutip dari YouTube Bukan Empat Mata.

Panglima Kumbang
Panglima Kumbang. Foto Instagram @bigheldy via @ drummergimbal

Panglima Kumbang menyebut santet sebagai pulung. Ada perbedaan dan persamaan tentang apa yang diketahui oleh orang awam. Menurutnya, media santet ada tiga unsur yaitu air, angin dan tanah. “Karena dari tiga unsur ini, tidak mungkin orang tidak minum air, tidak menginjak tanah,” ujar Panglima Kumbang.

Masih penasaran, Tukul bertanya apa yang biasanya diminta oleh para pelaku dan apakah santet bisa membunuh korbannya. “Kalau jenis dari pulung ada dua laternatif. dalam hal ini kalau yang namanya pulung itu tidak pernah hidup, pasti mati,” ungkap Panglima Kumbang.

Panglima Kumbang blak-blakan tentang alternatif kedua. “Kalau alternatif kedua lewat air, saat air pasang. Jadi menyakiti itu pelan-pelan sampai harta habis, tidak akan sembuh.” Santet yang dikirim lewat udara biasanya merupakan beliung, kapak, besi tua, parang dan sebagainya.

Panglima Kumbang (kanan). Foto: Barito Raya Post.
Panglima Kumbang (kanan). Foto: Barito Raya Post.

Tidak akan salah kirim

Peppi sebagai co-host penasaran apakah santet bisa salah kirim. “Kalau salah kirim tidak mungkin. Karena kita yakin target atau tujuan itu ada dalam suatu budaya kami. Umpamanya kamu sakit hati pada siapa, kita tahu orangnya siapa,” beber Panglima Kumbang.

Dia juga mematahkan mitos kalau santet tidak bisa menyeberang lautan. Sebab santet menggunakan tiga media, termasuk air. Ia juga menjawab pertanyaan kalau orang periang susah disantet. “Setiap orang bisa disantet. Kita melaksanakan suatu ritual. Kalau di daerah kami, yakin bisa, semua orang tanpa kecuali.”

Ayam hitam sebagai media santet
Ayam hitam sebagai media santet. Foto: Pixabay

Dia lalu menyebutkan media yang dibutuhkan untuk mengirim santet seperti paku, kaca dll. Selain itu dibutuhkan syarat tertentu. “Kami membutuhkan syarat yang lain-lain. Syarat kami umpamanya menggunakan ayam hitam, pulut hitam, telur ayam hitam semuanya hitam yang kita pakai. Ditambah hal-hal lain seperti kayu-kayu, nisan kuburan. Boneka sebagai alat saja umpanya kita cucuk di mana, sakitnya di mana,” ujarnya.

Supaya enggak kena santet

Peppi bertanya apakah santet bisa digunakan untuk tujuan positif selain untuk menyakiti. “Kalau berbicara tentang pulung tidak ada dalam suatu media tidak menyakiti. Pasti menyakiti karena tentang kedengkian, tentang bisnis, tentang sakit hati keluarga besar yang kita tidak bisa menahan lagi. harus ambil jalan,” terang Panglima Kumbang.

Meski sempat menyebut semua orang bisa disantet, ada kategori khusus yang harus terpenuhi. Calon korban santet harus memiliki kesalahan. Orang tidak bersalah tidak bisa disantet.

Ketika ditanya oleh Tukul Arwana apa penangkal untuk santet, Panglima Kumbang memberi saran. “Penangkalnya dari daerah kami dan terutama untuk pendapat saya ini, ya kalau bisa terhindar dari masalah santet dan guna-guna, jangan mengganggu perasaan orang. Jangan menyakiti perasaan orang lain. Hal ini jangan membuat suatu perkara.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close