News

Kawal Habib Bahar, Panglima Kumbang ternyata palsu, ini faktanya

Belakangan ini nama Panglima Kumbang menjadi perhatian warganet seiring dengan pembebasan Habib Bahar dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat beberapa hari lalu. Panglima Kumbang yang badannya penuh tato mengawal bebasnya Habib Bahar. Selang sehari, Habib Bahar ditangkap lagi oleh polisi dan publik mencari-cari ke mana batang hidungnya Panglima Kumbang saat Habib Bahar dicokok polisi. Ternyata belakangan muncul informasi lama bahwa Panglima Kumbang ternyata palsu.

Panglima Kumbang yang ramai dibahas namanya dalah Udin Balok. Ternyata penelusuran riwayat Panglima Kumbang ada kabar tak sedap lho.

Baca juga: Habib Bahar ditangkap lagi, netizen ramai tanya di mana Panglima Kumbang

Setahun lalu, kabar Udin Balok alis Panglima Balok sudah jadi pemberitaan setelah menjenguk Habib Bahar di penjara. Postingan sebuah akun Facebook mengunggah foto Panglima Kumbang menjenguk Habib Bahar.

Pada postingan itu, selain foto Panglima Kumbang dan Habib Bahar, terdapat foto Panglima Kumbang dengan Panglima Baonk yang berada di sisinya.

Panglima Baonk dan Panglima Kumbang (kanan)
Panglima Baonk dan Panglima Kumbang (kanan), Foto Facebook Letambunan Abel

Postingan Panglima Kumbang itu kemudian diklarifikasi oleh Biro Hukum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah. Faktanya klaim pada unggahan di atas telah dibantah oleh Dewan Adat Dayak (DAD) dan bantahan tersebut dinyatakan secara terbuka oleh Biro Hukum DAD Letambunan Abel, bahwa orang yang bersama Habib Bahar pada foto tersebut bukanlah orang dayak dan bukan keturunan dayak.

“Bahwa kedua orang ini (mengaku Panglima Baonk dan Panglima Kumbang) yang selalu membawa-bawa nama Dayak di mana-mana, dan mengaku sebagai Panglima Dayak, setelah kami telusuri bahwa mereka ini ‘bukan orang Dayak dan tidak ada keturunan Dayak,” tulis Letambunan di akun Facebook-nya, kala itu.

Panglima Kumbang, Udin Balok
Panglima Kumbang, Udin Balok. Foto Instagram @d4v13_sullivan

Untuk itu DAD Kalimantan Tengah meminta Udin Balok dan Panglima Baonk untuk berhenti mengaku dan mengatasnamakan Dayak.

“Agar yang bersangkutan menghentikan aktivitasnya yang berhubungan dengan mengatasnamakan Dayak,” tulis Letambunan dalam klarifikasinya.

DAD Kalimantan Tengah setahun lalu telah meminta keduanya membuat pernyataan pengakuan serta permohonan maaf secara terbuka di media sosial, televisi dan koran dalam waktu 3 x 24 jam.

Klarifikasi ini menjadi berita media daring dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melabeli postingan Panglima Kumbang besuk Habib Bahar di penjara tersebut dengan label disinformasi.

Bagaimana menurutmu soal informasi klarifikasi bahwa Panglima Kumbang ternyata palsu, tak boleh bawa nama Dayak

Topik

3 Komentar

  1. Jangan mengatas namakan Dayak untuk kepentingan pribadi… Kita adalah Indonesia, kamu adalah kamu dan kami adalah kami…

  2. Mohon maaf aja nih yah kalau di telusuri hal-hal semacam ini atau klaim sebagai suku Dayak seperti ini ada sejak Tragedi sampit sampai-sampai suku Melayu darah melayu menulis ulang sejarah menyebutkan bahwa dirinya atau Sukunya keturunan Dayak wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close