Trending

Profesor ini corat-coret paper Megawati, ngetawain ngatain norak pula

Megawati Soekarnoputri bakal mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan lusa nanti. Belum juga sah menyandang profesor kehormatan, paper Megawati sudah dikritik gitu.

Nanti dalam acara itu, Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Kepemimpinan Strategis Pada Masa Kritis yang mengambil tulisannya sendiri berjudul Kepempimpinan Presiden Megawati Pada Era Krisis Multidimensi pada 2001-2004.

Muslima Fest

Nah paper Megawati ini dicoret-coret oleh profesor lho. Yang melakukan itu adalah Profesor Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Dia mengkritik pula cara Megawati itu norak.

Paper Megawati dicorat-coret

Coretan Profesor Sulfikar di paper Megawati Soekarnoputri
Coretan Profesor Sulfikar di paper Megawati Soekarnoputri. Foto Twitter @sociotalker

Profesor Sulfikar Amir ini mencoreti paper Megawati tersebut dan diunggah di akun @sociotalker.

Jadi si profesor itu menggunakan akun tersebut mencoreti apa yang kurang pas dalam kaidah ilmiah gitu.

Nah yang dicoreti adalah soal objeknya tentang kepemimpinan Megawati Soekarnoputri di masa transisi 2001-2004, kok yang menulis adalah Megawati sendiri.

“Orangnya sama,” tulis akun profesor tersebut.

Selain itu Profesor NTU itu juga menertawai beberapa bagian di abstrasi paper Megawati tersebut.

Profesor itu menertawai dengan menggunakan simbol emotikon gitu. Dia menertawai pada bagian ‘pengambilan keputusan tertinggi itu yang tidak lain adalah Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri’ serta pada bagian ‘kepemimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil mengatasi sebagain besar krisis multidimensi’.

Tak cukup di situ, si profesor ini juga heran pada abstraksi di bagian ‘mengeksplisitkan aspek-aspek yang melatarbelakangi pengambilan keputusan strategis pada era 2001-2004, yang diharapkan bisa berguna bagi perkembangan ilmi pengetahuan’.

Profesor Sulfikar ini mengkritik kok terlihat paper itu Megawati sedang memuji diri sendiri dengan cara seolah ilmiah melalui karya ilmiah gitu.

“Cara puji diri sendiri dengan cara ‘ilmiah'” tulisnya.

Nah Profesor Sulfikar berpendapat menulis paper tentang pengalaman diri sendiri itu sah-sah saja kok dalam dunia akademik, tapi ada batasannya biar tidak menjadi memuji diri sendiri gitu.

“Ada caranya agar tdk terjebak self-prasing yg norak,” tulisnya.

Guru besar sosiologi kebencanaan itu bukan cuma mengkritik, dia malah membuat sekilas membuat abstraksi dan judul paper pengalaman Megawati Soekarnoputri biar tidak memuji diri sendiri gitu.

“Kalo ghostwriter-nya blio, kira2 gini paper yg gw tulisin,” kata profesor.

Dalam unggahan abstraksi paper Megawati yang ia buat, Profesor Sulfikar mengambil judul ‘Unifying The Archipelago in Trying Times: Self Reflective Thoughts on the Role of Leadership in Enhancing National Ideology and Integroty in Indonesia’.

Profesor Sulfikar pernah viral

Profesor Sulfikar Amir
Profesor Sulfikar Amir. Foto Twitter @SulfikarAmirPhD

Nah siapa sih profil Profesor Sulfikar. Pada Februari lalu si profesor sempat viral lantaran dia ditendang dari forum diskusi Clubhouse yang membahas soal pariwisata di masa pandemi. Dlaam forum itu tampil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.

Saat berjalannya diskusi, tiba-tiba staf Menkes mengeluarkan akun @Sociotalker gitu. Alasan staf Menkes mengeluarkan Profesor Sulfikar karena si guru besar ini ngomong terlalu lama padahal dua menteri itu sedang menunggu.

Profesor Sulfikar dikenal keras mengkritik kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Gelar profesor Megawati

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Foto: Antara
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Foto: Antara

Megawati bakal mendapat gelar profesor dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan). Lebih mengejutkannya lagi, walaupun tak pernah lulus kuliah, Megawati bakal jadi profesor dengan gelar sembilan doktor.

Putri tokoh proklamator Indonesia ini bakal mendapat gelar Profesor Kehormatan tidak tetap pada Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik di Unhan. Menurut jadwal, penganugerahan gelar kehormatan ini diserahkan pada Jumat 11 Juni 2021 di Kampus Merah Putih Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Nantinya ketika pengukuhan, Megawati bakal menyampaikan sejumlah orasi ilmiah dengan judul ‘Kepemimpinan Strategis pada Masa Kritis‘. Pidato tersebut bakal disampaikannya dalam acara Sidang Senat Terbuka dipimpin Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian.

Berdasarkan berbagai sumber yang beredar, salinan jurnal tersebut berhasil ditulis sendiri oleh Megawati berjudul “Kepemimpinan Presiden Megawati Pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004 (The Leadership of President Megawati In The Era Of Multidimensional Crisis, 2001-2004)”.

Dalam abstraksi jurnal ilmiah yang dikirim ke Unhan tertanda volume 11, nomor 1 tahun 2021 Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, tampak Megawati menjelaskan secara singkat hasil dan temuan yang didapatkan dari penelitian.

Kemudian di jelaskan pula dalam masa pemerintahan Megawati yang terbilang singkat, dia mengklaim berhasil menyelesaikan berbagai krisis multidimensi yang dihadapi oleh Indonesia.

“Hasil temuan penelitian yang diperoleh antara lain, walaupun dalam masa pemerintahan yang relatif singkat, kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri berhasil mengatasi sebagian besar krisis multidimensi yang dihadapi oleh Indonesia saat itu,” tulis Megawati dalam bagian abstraksi jurnal.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close