Trending

Paradoks kasus Cai Changpan: Buat apa kabur jika ujungnya bunuh diri?

Terpidana mati kasus narkoba asal China, Cai Changpan alias Cai Ji Fan ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sekitar pabrik pembakaran ban di area hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 17 Oktober 2020.

Cai Changpan sendiri merupakan terpidana kasus narkoba yang divonis mati terkait upaya penyelundupan sabu seberat 110 kilogram pada empat tahun lalu. Ia yang sempat mendekam di Lapas Klas I Tangerang kemudian kabur atau melarikan diri dengan cara menggali tanah kamar tahanan.

Baca juga: Gali terowongan Lapas Tangerang, Cai Changpan habiskan waktu 6 bulan

Hingga kini, kasus Cai Changpan masih menjadi misteri. Sebab, publik bertanya-tanya: untuk apa dia susah-susah menggali tanah, jika pada akhirnya dia memutuskan bunuh diri?

Cai gali terowongan 30 meter. Foto: Tangerang Express.
Cai gali terowongan 30 meter. Foto: Tangerang Express.

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel mengaku tak yakin dengan pemberitaan media yang menyebut Cai Changpan tewas bunuh diri. Kata Reza, hal itu menimbulkan pertentangan atau paradoks, mengingat Cai melarikan diri untuk menghindari eksekusi mati.

“Yang bersangkutan melarikan diri dari Lapas. Berarti dia ingin menjauhi eksekusi mati. Tapi mengapa malah kemudian bunuh diri? Paradoks,” ujar Reza, dikutip dari RRI, Selasa 20 Oktober 2020.

Reza mengatakan perlu investigasi apakah Cai betul bunuh diri atau dibunuh. Sebab Cai adalah bagian dari sindikat narkoba internasional. Reza menduga peristiwa yang dialami Cai merupakan cara menghilangkan kesaksian.

“Yang bersangkutan tergantung. Tapi apa penyebabnya tergantung? Apakah memang tergantung itu yang membuat yang bersangkutan tewas? Investigasi penyebab kematian, bunuh diri, dibunuh,” terangnya.

Reza menjelaskan, dalam menyelesaikan kasus besar tersebut, dibutuhkan investigasi yang tajam. Sebab, dia menduga, ada sindikat atau kelompok yang berusaha menghentikan investigasi dengan cara memutus ‘mata rantai’.

“Investigasi dibutuhkan mengingat yang bersangkutan adalah bagian dari sindikat narkoba internasional. Jangan-jangan sindikat berusaha menghentikan investigasi dengan cara memutus ‘mata rantai’,” duga Reza.

“Yang bersangkutan juga dua kali melarikan diri dengan modus yang sama. Jangan-jangan ada oknum penegak hukum yang terlibat dalam pelarian itu dan tidak ingin diproses hukum, lalu menghabisi pelaku agar tidak bisa memberikan kesaksian,” sambungnya.

Hasil autopsi jenazah Cai Changpan

Setelah ditemukan tewas, jenazah Cai Changpan langsung dilarikan ke Rumah Sakit atau RS Polri untuk melalui proses autopsi. Hasilnya, tim forensik yang menangani jenazah tersebut hanya menemukan luka di bagian leher, sementara di bagian tubuh lainnya tidak ada.

“Sudah selesai. Hasil sementara menunggu pemeriksaan lanjutan dan analisa lainnya,” ujar Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Arif Wahyono dikutip dari PMJNEWS.

Jenazah Cai Changpan. Foto: Antara

Kendati demikian, Arif tidak berkomentar lebih jauh saat ditanyakan apakah luka tersebut merupakan hasil bunuh diri atau bukan.

“Untuk mengetahui gantung diri atau bukan, ranahnya penyidik bukan saya. Soalnya, gak ada luka lain selain di leher,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close