Trending

Pasca digebuk AHY, Jhonny tuding begini,Refly Harun ikutan kuliti SBY

Kisruh Partai Demokrat yang tak berkesudahan membuat babak baru, setelah salah satu kadernya Jhony Allen berkoar pasca diberhentikan Agus Harimurti Yudhoyono.Disebut Jhony jika SBY dituding tidak berkeringat dan berdarah dalam mendirikan Partai Demokrat Refly Harun angkat bicara terkait hal itu.

Tanggapan tersebut dinilai ahli tata hukum negara Refly Harun bisa saja benar, karena saat itu SBY memang sedang menjabat sebagai Menko Polhukam di cabinet Presiden Megawati Soekarnoputri yang membuat SBY mungkin tidak tidak banyak terlibat.

Meski berkomentar tersebut, Refly Harun justru tak menampik jika Partai Demokrat ada memang untuk SBY dan menjadi partai besar karena peran dari SBY.

Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.
Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.

“Tetapi, yang tak bisa dimungkiri ialah Demokrat ada untuk SBY dan besar karena SBY,” ungkap Refly Harun seperti dikutip dari kanal YouTube-nya seperti dikutip Hops.id Rabu 3 Maret 2021.

Wajar jika kondisi tersebut terjadi, lanjut Refly kultur partai yang ada di Indonesia hingga saat ini masih mengandalkan faktor ketokohan sebagai sumber nilai jual dari sebuah partai politik di Indonesia.

Tak bisa dipungkiri kondisi tersebut, tak hanya Partai Demokrat terjadi pula pada PDIP yang selalu menjual Megawati dan Soekarno Gerindra menjual Prabowo.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun. Foto: Youtube/ReflyHarun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun. Foto: Youtube/ReflyHarun

Refly Harun akui Partai Demokrat SBY diyakni membawa perubahan

Hadirnya Partai Demokrat sendiri menurut Refly sebagai partai yang sangat potensial membawa perubahan. Dimana saat itu PD menggelar konvensi yang melahirkan tokoh muda yang cukup pamor yakni Anas Urbaningrum.

Sayangnya Anas terkena kasus korupsi membuat PD berubahn total, hingga saat SBY mulai pensiun dan kembali menjadi Ketum Demokrat.

“Mulai hilang ketika SBY hampir pensiun, dia kembali jadi Ketum Demokrat. Ini yang membuatnya jadi tertutup,” katanya.

Apalagi, ditambah AHY dengan pengalamanan politik yang minim tiba-tiba langsung di pucuk pimpinan.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono pidato sual kudeta Demokrat. Foto Instagram @pdemokrat

“Ini pasti ada yang dilangkahi,” kata Refly Harun.

Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Demokrat (AMD), Ramli Batubara menegaskan bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tidak perlu mendapat izin dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sehingga secara tidak langsung SBY juga tidak punya kewenangan untuk menolak diadakannya KLB Partai Demokrat.

“Tidak ada kewenangan SBY menolak atau menyetujui KLB,” ujar Ramli kepada wartawan, pada Selasa, 2 Maret 2021.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ramli bukan tanpa sebab. Pasalnya dia mengacu pada AD/ART Demokrat Bab II Pasal 9 disebutkan kewenangan Majelis Tinggi Partai hanya dapat meminta pelaksanaan KLB.

Dalam kesempatan itu, Ramli juga membeberkan bahwa Kongres ke-V Partai Demokrat sebenarnya alami cacat hukum karena telah melanggar UU 2/2011 tentang Partai Politik. Sebab perubahan AD/ART Partai Demokrat dibahas dalam Kongres ke-V pada tahun lalu.

Apabila mengacu pada sistem organisasi partai politik, maka kongres merupakan forum tertinggi yang digunakan untuk mengambil keputusan termasuk mengubah AD/ART.

“Kongres V cacat hukum karena melanggar UU Parpol,” tandasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close