Trending

PDIP, sadarlah! Puan belum layak maju di Pilpres 2024

Meski Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 masih terbilang lama, namun sejumlah partai sudah memiliki jagoannya masing-masing. Salah satunya PDIP yang mendorong Puan Maharani maju pada kontestasi politik tersebut.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPP PDIP Jawa Tengah atau Jateng, Bambang Wuryanto mengatakan, partainya telah menetapkan posisi Puan di Pilpres 2024 mendatang, yakni sebagai calon wakil presiden atau Cawapres. Sehingga, siapa pun calon presiden yang partainya usung, Puan bakal mendampinginya.

Bahkan, Bambang mengibaratkan Puan sebagai the botol sosro. Sehingga, siapapun presidennya, wakilnya tetap ketua DPR RI tersebut.

“Rumusnya, Puan Maharani itu teh botol sosro. Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro. Ya tho? Siapa pun calon presidennya, wakilnya PM (Puan Maharani),” ujar Bambang melalui pesan suara yang banyak beredar, dikutip Kamis 10 Juni 2021.

PDI Perjuangan
PDI Perjuangan. Foto Instagram @pdiperjuangan

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati tak heran seandainya PDIP ngotot mengusung Puan Maharani pada Pilpres 2024 mendatang. Bahkan, menempatkan Puan sebagai wapres merupakan harga mati bagi partai lain yang hendak berkoalisi.

“Tentu pengusungan Puan sebagai Cawapres menjadi transaksi politik harga mati bagi PDIP bila ditawari berkoalisi dengan partai lain,” tegas Wasisto, dikutip dari CNN.

Elektabilitas Puan Maharani rendah, PDIP kok nekat?

Meski begitu, Wasisto menilai pencalonan Puan bakal menjadi pertaruhan dan risiko tersendiri bagi PDIP. Salah satu yang disorot yakni soal hasil survei yang menunjukkan elektabilitas putri Megawati Soekarnoputri itu masih rendah dan cenderung stagnan.

Survei Y-Publica menunjukkan Puan ada di posisi ke-12 dengan 0,7 persen. Pada survei capres perempuan versi Akar Rumput Strategic Consulting (ASRC), Puan hanya meraih posisi kelima dengan 4,01 persen. Selain itu, survei terbaru Parameter Politik Indonesia, menempatkan Puan di posisi ke-12 dengan elektabilitas 1,7 persen.

Potret Puan Maharani bersama Megawati. Foto: Instagram
Potret Puan Maharani bersama Megawati. Foto: Instagram

PDIP mungkin saja berniat mendorong Puan sebagai calon presiden. Namun, nilai elektoral yang masih tergolong kecil membuat mereka sementara bersikap realistis. Lagipula, Megawati juga lebih dulu menjadi wakil presiden, sebelum akhirnya menjabat sebagai pemimpin negara.

“Saya pikir PDIP juga menyadari bahwa elektabilitas Puan yang masih rendah hingga saat ini jadi alasan untuk diplot sebagai cawapres.”

“Selain itu, bisa jadi itu bagian dari upaya imitasi politik Puan untuk meniru ibunya, Megawati Soekarnoputri yang dulu sebelum jadi presiden itu menjadi wapres dulu,” kata Wasisto.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close