Trending

Dikenal keras, pedagang tanah abang ternyata gemetar sama ini

Pasar Tanah Abang dikenal sebagai pusat grosir terbesar di Asia, bahkan ketenarannya juga dikenal dengan kerasnya pasar tanah abang. Saat mendapat vaksin covid-19 pedagang tanah abang justru gemetar karena hal ini.

Namun siapa sangka, pedagang Tanah Abang ternya baru terkuak dibalik kerasnya menghadapi siklus perdagangan, ternyata mengaku gemetar saat akan mendapat program pemerintah.

Hal tersebut baru terungkap ketika pemerintah berencana memberikan vaksin covid-19 kepada para pedagang pasar Tanah Abang. Beberapa pedagang bahkan mengaku merasa gugup sebelum di suntik vaksin covid-19.

Pedagang tanah abang
Pedagang Tanah Abang Foto: Suara

Menurut pantauan di lokasi vaksin covid-19 yang diperuntukkan ke para pedagang pasar Tanah Abang, beberapa orang yang siap divaksin ketika ditemui merasa gugup dan gemetar.

“Ini saya lagi gemetaran ini,” kata Salsa seperti dikutip Hops.id dari Suara, Rabu 17 Februari 2021.

Gemetar yang dirasakan salah satu pedagang tersebut rupanya bukan lantaran takut dengan jarum suntik vaksin covid-19, namun karena banyak rumor yang di dapatnya.

“Soalnya kan banyak informasi hoaks di luar sana, jadi takut kenapa-kenapa saja sih,” ujarnya.

Situasi pendaftaran untuk pelacakan kasus COVID-19 di Puskesmas Tanah Abang, Kamis (19/11/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Situasi pendaftaran untuk pelacakan kasus COVID-19 di Puskesmas Tanah Abang, Kamis (19/11/2020). (ANTARA/Livia Kristianti).

Kendati merasa takut dan khawatir hingga gemetar, pedagang pasar Tanah Abang tersebut tetap bersedia divaksin covid-19 dengan hargapan bisa terhindar dari wabah covid-19.

Selain Salsa pedagang lainnya juga merasakan ketakutan, seperti yang diungkapkan Bobby.

“Ada rasa takut, soalnya kan  di luar sana banyak informasi negatif tentang reaksinya,” ujarnya.

Namun pada akhirnya Bobby tetap bersedia, karena sudah menyaksikan Presiden Joko Widodo di suntik vaksin Covid-19.

Di Ibu Kota, vaksinasi perdana digelar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun vaksinasi baru dilakukan untuk dokter senior yang bekerja di rumah sakit di Jakarta Pusat itu.

Dilansir website resmi Kemenkes, Selasa 9 Februari 2021 Direktur Utama RSCM, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K) mengatakan, peserta vaksinasi ini adalah para guru besar yang merupakan tenaga pendidik pelayanan spesialis.

Sejumlah warga berjalan di Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Sejumlah warga berjalan di Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta, Selasa (30/6/2020). Foto: Antara

“Izin pemberian vaksin kepada usia di atas 60 tahun telah ada sehingga kita bisa melindungi para senior kita yang amat sangat kita butuhkan tenaganya dalam memberikan pelayanan maupun pendidikan di RSCM ini,” kata dr. Lies .

Secara teknis, tak ada perbedaan antara vaksinasi lansia dan vaksinasi masyarakat pada umumnya.

Proses penyuntikan berlangsung sama dengan vaksinasi pada umumnya, yakni diawali screening kesehatan, penyuntikan dan proses observasi setelah vaksinasi Covid-19.

Namun, bedanya vaksinasi dosis kedua akan diberikan setelah 28 hari setelah dosis pertama bagi para lansia. Sementara, bagi vaksinasi Covid-19 bukan lansia dosis kedua diberikan setelah 14 hari dosis pertama.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close