Trending

KPK pecat pegawai lagi, satu ini persoalan sebar foto

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan pecat pegawainya lagi, setelah 56 orang yang gagal test ASN. Terbaru KPK justru melakukan pecat tambahan satu orang lagi pegawai yang tidak terkait lolos ASN, yakni petugas keamanan.

Kali ini kasus yang menimpa petugas keamanan atau sekuriti kantor KPK karena persoalan viralnya foto yang memperlihatkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di meja salah satu karyawan KPK.

Muslima Fest

Akibat tersebarnya foto tersebut, KPK lantas melakukan penyelidikan baik penyebar maupun pemilik bendera HTI. Di dapat penyebar foto, merupakan sekuriti bernama Iwan Ismail.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat di kantor KPK. Foto: Suara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat di kantor KPK. Foto: Suara

Iwan dipecat karena dinilai sudah menyebarkan berita bohong atas foto yang viral di media sosial. Dasarnya dijelaskan Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, karena pemilik bendera telah diperiksa pula.

Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan menyatakan jika pemilik bendera tersebut diketahui tidak memiliki afiliasi terhadap organisasi HTI.

Sedangkan dalam peraturan tidak ada yang melarang terkait perbuatan tersebut, sehingga apa yang tersebar di foto menjadi berita bohong.


“Pegawai yang memasang bendera tersebut terbukti tidak memiliki afiliasi dengan kelompok/organisasi terlarang, sehingga tidak terdapat peraturan yang melarang atas perbuatannya,” kata Ali dalam keterangannya, Jumat (1/10).

Cilakanya pengambilan foto dan penyebarannya dilakukan pelaku (sekuriti) tana izin dan dengan sengaja menyebarkannya melalui media sosial.

Gedung KPK. Foto: Ist
Gedung KPK. Foto: Ist


“Disimpulkan bahwa yang bersangkutan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi tidak benar (bohong) dan menyesatkan ke pihak eksternal,” kata Ali. 

KPK pecat lagi pegawai


Menurut Ali, perbuatan Iwan tersebut juga telah menimbulkan kebencian dari masyarakat yang berdampak menurunkan citra dan nama baik KPK.

Lebih jauh, ia mengatakan perbuatan tersebut juga sudah termasuk dalam kategori pelanggaran berat. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 8 huruf s Perkom Nomor 10 Tahun 2016 tentang Disiplin Pegawai dan Penasihat KPK.

“Perbuatan yang bersangkutan juga melanggar Kode Etik KPK sebagaimana diatur Perkom Nomor 07 Tahun 2013 tentang Nilai-nilai Dasar Pribadi, Kode Etik, dan Pedoman Perilaku KPK,” kata dia.

Karyawan KPK buat pagar hidup simbol lindungi KPK
Karyawan KPK buat pagar hidup simbol lindungi KPK Foto: Antara

Iwan juga dianggap telah melanggar nilai integritas, profesionalisme, untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan harmonis.

Ali pun kembali mengingatkan agar seluruh insan pegawai KPK untuk dapat menjaga kerukunan umat beragama dengan menghindari penggunaan atribut masing-masing agama di lingkungan kerja KPK.

“Kecuali yang dijadikan sarana ibadah,” pungkasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close